Minggu, 31 Januari 2010

PENGGUNAAN MULTIMETER




Lembar Informasi
Multimeter sering disebut AVOmeter atau multitester, alat ini biasa
dipakai untuk mengukur harga resistansi (tahanan), tegangan AC (Alternating
Current), tegangan DC (Direct Current), dan arus DC. Bagian-bagian
multimeter seperti ditunjukkan gambar di bawah
Gambar 1. Multimeter / AVOmeter
Dari gambar multimeter dapat dijelaskan bagian-bagian dan fungsinya :
1. Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero Adjust Screw),
berfungsi untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk dengan cara
memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng
pipih kecil.
2. Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero (Zero Ohm Adjust
Knob), berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi nol.
Caranya : saklar pemilih diputar pada posisi W (Ohm), test lead + (merah
2
dihubungkan ke test lead – (hitam), kemudian tombol pengatur kedudukan
0 W diputar ke kiri atau ke kanan sehingga menunjuk pada kedudukan
0 W.
3. Saklar pemilih (Range Selector Switch), berfungsi untuk memilih posisi
pengukuran dan batas ukurannya. Multimeter biasanya terdiri dari empat
posisi pengukuran, yaitu :
a. Posisi W (Ohm) berarti multimeter berfungsi sebagai ohmmeter, yang
terdiri dari tiga batas ukur : x 1; x 10; dan K W
b. Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter
AC yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
c. Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter
DC yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
d. Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter berfungsi sebagai
mili amperemeter DC yang terdiri dari tiga batas ukur : 0,25; 25; dan
500.
Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe multimeter yang satu
dengan yang lain batas ukurannya belum tentu sama.
4. Lubang kutub + (V A W Terminal), berfungsi sebagai tempat masuknya
test lead kutub + yang berwarna merah.
5. Lubang kutub – (Common Terminal), berfungsi sebagai tempat
masuknya test lead kutub - yang berwarna hitam.
6. Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch), berfungsi untuk
memilih polaritas DC atau AC.
7. Kotak meter (Meter Cover), berfungsi sebagai tempat komponenkomponen
multimeter.
8. Jarum penunjuk meter (Knife –edge Pointer), berfungsi sebagai penunjuk
besaran yang diukur.
9. Skala (Scale), berfungsi sebagai skala pembacaan meter.
3
Menggunakan Multimeter
Pertama-tama jarum penunjuk meter diperiksa apakah sudah tepat
pada angka 0 pada skala DCmA , DCV atau ACV posisi jarum nol di bagian
kiri (lihat gambar 2 a), dan untuk skala ohmmeter posisi jarum nol di bagian
kanan (lihat gambar 2 b). Jika belum tepat harus diatur dengan memutar
sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk meter ke kiri atau ke kanan
dengan menggunakan obeng pipih (-) kecil.
DC
(a) (b)
Gambar 2. Kedudukan Normal Jarum Penunjuk Meter
a. Multimeter digunakan untuk mengukur resistansi
Untuk mengukur resistansi suatu resistor, posisi saklar pemilih
multimeter diatur pada kedudukan W dengan batas ukur x 1. Test lead
merah dan test lead hitam saling dihubungkan dengan tangan kiri,
kemudian tangan kanan mengatur tombol pengatur kedudukan jarum
pada posisi nol pada skala W. Jika jarum penunjuk meter tidak dapat
diatur pada posisi nol, berarti baterainya sudah lemah dan harus diganti
dengan baterai yang baru. Langkah selanjutnya kedua ujung test lead
dihubungkan pada ujung-ujung resistor yang akan diukur resistansinya.
Cara membaca penunjukan jarum meter sedemikian rupa sehingga mata
kita tegak lurus dengan jarum meter dan tidak terlihat garis bayangan
jarum meter. Supaya ketelitian tinggi kedudukan jarum penunjuk meter
berada pada bagian tengah daerah tahanan. Jika jarum penunjuk meter
berada pada bagian kiri (mendekati maksimum), maka batas ukurnya di
4
ubah dengan memutar saklar pemilih pada posisi x 10. Selanjutnya
dilakukan lagi pengaturan jarum penunjuk meter pada kedudukan nol,
kemudian dilakukan lagi pengukuran terhadap resistor tersebut dan hasil
pengukurannya adalah penunjukan jarum meter dikalikan 10 W. Apabila
dengan batas ukur x 10 jarum penunjuk meter masih berada di bagian kiri
daerah tahanan, maka batas ukurnya diubah lagi menjadi K W dan
dilakukan proses yang sama seperti waktu mengganti batas ukur x 10.
Pembacaan hasilnya pada skala KW, yaitu angka penunjukan jarum
meter dikalikan dengan 1 K W.
b. Multimeter digunakan untuk mengukur tegangan DC
Untuk mengukur tegangan DC (misal dari baterai atau power supply
DC), saklar pemilih multimeter diatur pada kedudukan DCV dengan batas
ukur yang lebih besar dari tegangan yang akan diukur. Test lead merah
pada kutub (+) multimeter dihubungkan ke kutub positip sumber
tegangan DC yang akan diukur, dan test lead hitam pada kutub (-)
multimeter dihubungkan ke kutub negatip (-) dari sumber tegangan yang
akan diukur. Hubungan semacam ini disebut hubungan paralel. Untuk
mendapatkan ketelitian yang paling tinggi, usahakan jarum penunjuk
meter berada pada kedudukan paling maksimum, caranya dengan
memperkecil batas ukurnya secara bertahap dari 1000 V ke 500 V; 250 V
dan seterusnya. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bila jarum
sudah didapatkan kedudukan maksimal jangan sampai batas ukurnya
diperkecil lagi, karena dapat merusakkan multimeter.
c. Multimeter digunakan untuk mengukur tegangan AC
Untuk mengukur tegangan AC dari suatu sumber listrik AC, saklar
pemilih multimeter diputar pada kedudukan ACV dengan batas ukur yang
paling besar misal 1000 V. Kedua test lead multimeter dihubungkan ke
kedua kutub sumber listrik AC tanpa memandang kutub positif atau
5
negatif. Selanjutnya caranya sama dengan cara mengukur tegangan DC
di atas.
d. Multimeter digunakan untuk mengukur arus DC
Untuk mengukur arus DC dari suatu sumber arus DC, saklar
pemilih pada multimeter diputar ke posisi DCmA dengan batas ukur 500
mA. Kedua test lead multimeter dihubungkan secara seri pada rangkaian
sumber DC (perhatikan gambar.3 di bawah)
Gambar 3. Multimeter untuk Mengukur Arus DC
Ketelitian paling tinggi akan didapatkan bila jarum penunjuk multimeter
pada kedudukan maksimum. Untuk mendapatkan kedudukan maksimum,
saklar pilih diputar setahap demi setahap untuk mengubah batas
ukurnya dari 500 mA; 250 mA; dan 0, 25 mA. Yang perlu diperhatikan
adalah bila jarum sudah didapatkan kedudukan maksimal jangan sampai
batas ukurnya diperkecil lagi, karena dapat merusakkan multimeter.


Jumat, 29 Januari 2010

Trik Membuat Windows XP anda Jadi Asli / Original dalam beberapa detik



January8
Mungkin saat anda membaca judul artikel ini, dalam anda hati anda muncul dua pertanyaan atau komentar. Yang pertama adalah komentar : “MASAK SICH” atau “IMPOSIBLE“. Yang kedua adalah komentar pendek aja : “WOOOOUUUUOOOWWW“.
Pertanyaan atau komentar yang sama juga muncul pada diri saya saat mendownload dan membaca sedikit tulisan dalam file yang saya download dan saya tempatkan di www.ziddu.com ( XP Genuiner ) atau http://jamesbond.4shared.com dalam folder Hacking XP. Namun setelah saya coba dan saya buktikan beberapa kali, ternyata memang sangat mudah untuk membuat Windows XP kita menjadi Original hanya dalam sekali Double KLIK dan 2 kali KLIK atau hanya dalam 2 detik saja. Tidak percaya…? Buktikan saja sendiri dech…
Oke, sebelum memulai Step by step-nya perlu saya pertegas dan perjelas dulu mengenai artikel ini. Bahwa artikel ini adalah untuk membuka dan menambah wawasan kita bahwa begitu mudahnya menembus proteksi Authentikasi Microsoft sehingga Server Microsoft bisa ditipu dengan hacking ini. Selain itu penulis harapkan dengan artikel ini pihak Microsoft bisa mengetahui bahwa System yang telah mereka buat saat ini untuk melakukan pengecekan Authentikasi Original Software Windows XP mereka masih perlu diperbaiki. So… Saya harapkan untuk semuanya agar menilai dan mengunakan Hacking sebagai suatu hal yang positif. Dan selalu ingat bahwa segala sesuatu itu bergantung pada niat kita
Kita mulai Step by step untuk membuat Windows XP non original atau Windows XP bajakan kita menjadi Original. Pertama kali yang harus anda lakukan adalah untuk mendapatkan Tools ini di Jamesbond. Lalu ikuti seperti gambar – gambar dibawah ini, yang merupakan real step by step yang saya lakukan dalam membuktikan kebenaran trik hacking ini…
Sebelum memulai hacking / cracking ini, kita bisa memastikan Windows XP kita ini benar – benar asli / Original apa tidak. Gunakan Tools Microsoft Genuine Advantage Diagnostic Tools, dari file yang telah anda download dari Jamesbond tadi. Dari gambar diatas ini terlihat Windows XP yang saya gunakan tidak asli alias palsu atau Windows XP Bajakan ( padahal saya punya License bahkan License jenis VLK ). Jadi hal ini saya lakukan untuk testing pembuktian aja. Oke, kita mulai proses atau tahap hacking / cracking Windows XP seperti yang kita lihat pada gambar dibawah ini. Double Klik atau Import file Registry seperti dibawah ini. Lalu klik “Yes” seperti pada gambar berikutnya.
Selanjutnya klik “OK” setelah file registry tersebut berhasil dimasukkan di Registry Windows XP kita.
Selanjutnya… tanpa perlu di restart Windows XP kita sudah jadi Original DETIK INI JUGA. Tidak percaya…???? Mari langsung kita testing mengunakan Tools Microsoft Genuine Advantage Diagnostic Tools. Oooopppsss… terlihat jelas “Genuine“… hehehe… fantastis sekali bukan….?
Anda masih tidak percaya kalau Windows XP kita ini sudah menjadi Original…? Masih perlu dibuktikan…? Oke, yang paling mudah membuktikannya dengan menginstall Internet Explorer 7. Kenapa? Karena Internet Explorer 7 hanya bisa di install pada Windows XP yang benar – benar Original saja. Kalau Windows XP anda tidak Original atau “belum dibuat jadi Original”, jangan harap dech bisa melakukan Install Internet Explorer 7. Perhatikan capture gambar proses Installasi Internet Explorer 7 dibawah ini :
Sangat – sangat mudah sekali bukan…? Saya rasa, anak dibawah umurpun bisa melakukan hal ini, iya khan…? Selamat mencoba dan membuktikannya……
NB : Siang ini ( Senin 19 Mei 2008 jam 12.00 ) saya terima sebuah email dan saya sampaikan terimakasih kepada rekan Budiman dari Samarinda yang telah menyampaikan Kritik dari salah seorang temannya setelah membaca artikel ini. “Apakah isi dari File REGISTRY tersebut…?”. File Registry ini berisi PRODUCT KEY License Windows XP “VLK” ( Volumen License Key ). Tahukah anda bahwa jika anda punya VLK ( misalnya untuk 10 PC di kantor anda ), lalu anda gunakan VLK tersebut pada 100 PC. Maka 100 PC tersebut semuanya dianggap Licensed jika anda gunakan untuk Online Updates. So… apa komentar anda dengan fenomena ini…????


Kamis, 28 Januari 2010

Digital MultiMeter, sebagai alat ukur




PSU Simbokde, sebagai sumber

Kipas Casing, sebagai beban


Mengukur tegangan 12Volt & 5Volt, dari PSU

Pindah saklar putar pada skala DCV, pada angka lebih tinggi dari tegangan yg akan kita ukur, misalnya 20 (berarti DMM dalam kondisi mampu mengukur tegangan mulai dari NOL sampai 20Volt


Kemudian Hidupkan PSU
Untuk mengukur teg. 5Volt, pasang probe Merah pada kabel warna merah di molex PSU, dan probe Hitam pada kabel hitam pada molex PSU, lihat gambar dibawah:

Teg. yg terukur 5,23Volt

Untuk mengukur teg. 12Volt, pasang Probe Merah pada kabel warna Kuning di molex PSU, probe Hitam pada kabel hitam juga pada molex PSU , lihat gambar dibawah:

Pada gambar diatas, terlihat DMM menunjukkan teg. 12Volt PSU hanya terbaca 11,49Volt (dalam kondisi idle/tidak terbebani)

sekarang coba kita berbi beban sebuah kipas casng dgn spesifikasi 12Volt, 0,20Amp


dan lihat berapa tegangan yg keluar setelah diberi beban:

tegangan turun menjadi 11,36Volt

Kenapa tegangan keluaran PSU bisa turun? kejadian ini bisa terjadi dengan sebab sebagai berikut:
1. DMM tidak terkalibrasi dengan baik (kemungkinan ini sangat kecil terjadi walaupun bisa saja terjadi)
2. Kualitas Komponen PSU yg jelek (sehngga tidak mampu mempertahankan teg. output saat diberi beban.
3. Kumparan pada kipas tidak bagus kuaitasnya, mualai dari kualitas kawat tembaga, maupun kualitas gulungan kumparan tersebut pada saat di produksi

Mengukur Arus Listrik
Kalau pada percoba'an diatas, mengukur teg. DMM kita paralel dengan sumber tegangan (postif DMM ke positif Sumber, jg demikian degatifnya), tapi pada saat mengukur arus listrik, DMM di SERI antara Sumber arus dan Beban
Diagram Blok:


Pindahkan saklar putar, pada skala DCA, pilih skala sama dengan / diatas dari besar arus yg akan kita ukur, disini saya menggunakan skala 200mA
Kabel positif kipas di potong, kemudian, porbe merah DMM disambung dgn kabel yg dari arah positif molex warna kuning, dan probe hitam DMM dsambung ke positif kipas, sedangkan kabel negatif kipas langsung terhubung dengan kabel degatif dari molex warna hitam

Lihat berapa besar arus yg mengalir? sebesar 118mA / 0,18A

Dari dua ercoba'an diatas, yaitu pengukuran tegangan dan pengukuran arus, kta dapat mengetahui daya yg dibutuhkan oleh kipas tersebut

P = I. V

P = 0,18A x 11,36Volt
p= 2,00448Watt / 2Watt


sedangkan ada label 12Volt, 0,20A sekitar 2,4Watt

Selisih 0,4watt , selisih ini terjadi karena alasan yg sudah saya utarakan diatas

Sekian sedikit [b]Pengetahuan DASAR[b/] dalam menggunakan Alat Ukur Digital MultiMeter, maaf bila banyak kekurangan, kalau memang ada yg perlu ditambahkan, tolong ditambahkan, begitu juga bila ada yg perlu dikurangi, tolong diberitahukan


Bahagian Multimeter Analog & Fungsinya





Dari gambar multimeter dapat dijelaskan bagian-bagian dan
fungsinya :

(1) Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero
Adjust Screw), berfungsi untuk mengatur kedudukan
jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya ke
kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih
kecil.

(2) Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero
(Zero Ohm Adjust Knob), berfungsi untuk mengatur
jarum penunjuk pada posisi nol. Caranya : saklar
pemilih diputar pada posisi (Ohm), test lead + (merah
dihubungkan ke test lead – (hitam), kemudian tombol
pengatur kedudukan 0 diputar ke kiri atau ke kanan
sehingga menunjuk pada kedudukan 0 .

(3) Saklar pemilih (Range Selector Switch), berfungsi untuk
memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya.
Multimeter biasanya terdiri dari empat posisi
pengukuran, yaitu :

(4) Posisi (Ohm) berarti multimeter berfungsi sebagai
ohmmeter, yang terdiri dari tiga batas ukur : x 1; x 10;
dan K 

(5) Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi
sebagai voltmeter AC yang terdiri dari lima batas ukur :
10; 50; 250; 500; dan 1000.

(6) Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi
sebagai voltmeter DC yang terdiri dari lima batas ukur :
10; 50; 250; 500; dan 1000.

(7) Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter
berfungsi sebagai mili amperemeter DC yang terdiri dari
tiga batas ukur : 0,25; 25; dan 500.

(8) Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe
multimeter yang satu dengan yang lain batas ukurannya
belum tentu sama.

(9) Lubang kutub + (V A Terminal), berfungsi sebagai
tempat masuknya test lead kutub + yang berwarna
merah.


(10) Lubang kutub – (Common Terminal), berfungsi
sebagai tempat masuknya test lead kutub - yang
berwarna hitam.

(11) Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch),
berfungsi untuk memilih polaritas DC atau AC.

(12) Kotak meter (Meter Cover), berfungsi sebagai tempat
komponen-komponen multimeter.

(13) Jarum penunjuk meter (Knife –edge Pointer), berfungsi
sebagai penunjuk besaran yang diukur.

(14) Skala (Scale), berfungsi sebagai skala pembacaan
meter.


About Me

Foto Saya
Anwar Saputra
Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Total Tayangan Laman

 

blog tutorial - IT & komputer Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha