Jumat, 12 Maret 2010

Rahasia Dibalik Kepingan Hard Disk Dan Komponen Penyusunnya


A. jenis - Jenis Hard Disk
Hard disk atau bisa disebut juga hard drive, fixed disk, HDD, atau cukup hard disk saja, adalah media yang digunakan untuk menyimpan file sistem dan data dalam komputer. Hard disk terdiri atas tiga bagian utama, yaitu piringan magnetik, bagian mekanis, serta head untuk membaca data. Piringan tersebut digunakan untuk menyimpan data, sedangkan bagian mekanis bertugas memutar piringan tersebut.
Jenis hard disk bermacam-macam, tergantung pada kategori yang digunakan. Misalnya, berdasarkan jenis interface-nya, tingkat kece­patan transfer data, serta kapasitas penyimpanan data.
Jenis interface yang terdapat pada hard disk bermacam-macam, yaitu ATA (IDE, EIDE), Serial ATA (SATA), SCSI (Small Computer System Interface), SAS, IEEE 1394, USB, dan Fibre Channel. Jenis interface menentukan tingkat data rate atau kecepatan transfer data. Misalnya, hard disk SCSI memiliki kecepatan transfer ± 5 MHz, artinya mampu melakuan transfer data hingga 5 Mb per detik.
Di antara sekian banyak jenis interface, hanya tiga jenis hard disk yang sering digunakan, yaitu IDE, SATA, dan SCSI. Hard disk SCSI biasanya banyak digunakan pada server, workstation, dan komputer Apple Macintosh mulai pertengahan tahun 1990-an hingga sekarang. Sedangkan hard disk yang banyak digunakan pada komputer personal (PC) adalah jenis SATA. 
ATA
AT Attachment (ATA) adalah antarmuka standar untuk menghu­bungkan peranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD-ROM, atau DVD-ROM di komputer.
ATA singkatan dari Advance Technology Attachment. Standar ATA dikelola oleh komite yang bernama X3/INCITS T13. ATA juga memiliki beberapa nama lain, seperti IDE dan ATAPI. Karena diperkenalkannya versi terbaru dari ATA yang bernama Serial ATA, versi ATA ini kemudian dinamai Parallel ATA (PATA) untuk membedakannya dengan versi Serial ATA yang baru.
Parallel ATA hanya memungkinkan panjang kabel maksimal hanya 18 inchi (46 cm) walaupun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm). Karena jaraknya pendek, PATA hanya cocok digunakan di dalam komputer saja. PATA sangat murah dan lazim ditemui di komputer. 
Nama standar ini awalnya adalah PC/AT Attachment. Fitur utamanya adalah bisa mengakomodasi koneksi langsung ke ISA BUS 16-bit sehingga dinamai AT Bus. Nama ini kemudian disingkat menjadi AT Attachment untuk mengatasi masalah hak cipta. 
SATA
SATA adalah pengembangan dari ATA. SATA didefinisikan sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Adapter dari serial ATA mampu mengakomodasi transfer data dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ATA sederhana. 
Antarmuka SATA generasi pertama dikenal dengan nama SATA/150 atau sering juga disebut sebagai SATA 1. SATA 1 berkomunikasi dengan kecepatan 1,5 GB/s. Kecepatan transfer uncoded-nya adalah 1,2 GB/s. SATA/150 memiliki kecepatan yang hampir sama dengan PATA/133, namun versi terbaru SATA memiliki banyak kelebihan (misalnya native command queuing) yang menyebabkannya memiliki kecepatan lebih dan kemampuan untuk melakukan bekerja di ling­kungan multitask.
Di awal periode SATA/150, para pembuat adapter dan drive meng­gunakan bridge chip untuk mengonversi desain yang ada dengan antarmuka PATA. Peranti bridge memiliki konektor SATA dan memiliki beberapa konektor daya. Secara perlahan-lahan, produk bridge mengakomodasi native SATA. Saat ini kecepatan SATA adalah 3GB/s dan para ahli sekarang sedang mendesain teknologi untuk SATA 6GB/s.
Beberapa fitur SATA adalah:
  • SATA menggunakan line 4 sinyal yang memungkinkan kabel yang lebih ringkas dan murah dibandingkan dengan PATA.
  • SATA mengakomodasi fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.
  • Drive SATA bisa ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa ditancapkan ke kontroler SATA.
Kabel power dan kabel SATA mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan kabel Parallel ATA. Kabel data SATA menggunakan 7 konduktor di mana 4 di antaranya adalah line aktif untuk data. Oleh karena bentuknya lebih kecil, kabel SATA lebih mudah digunakan di ruangan yang lebih sempit dan lebih efisien untuk pendinginan.
SCSI
SCSI (Small Computer System Interface) dibaca “skasi” adalah standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara komputer dan periferal lainnya. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol dan antarmuka elektrik dan optik yang diperlukan. SCSI menawarkan kecepatan transfer data yang paling tinggi di antara standar yang lainnya.
Penggunaan SCSI paling banyak terdapat di hard disk dan tape drive. Namun, SCSI juga terdapat pada scanner, printer, dan peranti optik (DVD, CD, dan lainnya). Standar SCSI digolongkan sebagai standar yang device independent sehingga secara teoritis SCSI bisa dite­rapkan di semua tipe hardware.
Berdasarkan tingkat kecepatan putarannya, hard disk jenis IDE memiliki kecepatan putaran 5.400 rpm dan 7.200 rpm. Sedangkan hard disk SCSI mampu berputar antara 10.000 s.d. 12.000 rpm.
Tingkat kecepatan putaran piringan hard disk diukur dalam satuan RPM (rotation per minute/putaran per menit). Semakin cepat putaran hard disk, maka jumlah data yang dapat dibaca oleh head semakin banyak. Demikian pula sebaliknya.
Beberapa merek hard disk yang banyak digunakan, antara lain Western Digital (WDC), Quantum, Seagate, Maxtor, Samsung, IBM, Toshiba, dan Hitachi.
B. Kapasitas Hard Disk
Kapasitas hard disk merupakan hal penting bagi pengguna komputer terutama bagi para pengguna komputer yang banyak menggunakan berbagai aplikasi 'berat'. Aplikasi semisal desain grafis dan animasi, membutuhan banyak ruang hard disk guna menyimpan file peker­jaannya.
Berdasarkan kapasitas penyimpanannya, jenis hard disk sangat ber­agam. Kapasitas hard disk biasanya dinyatakan dalam satuan GB (Gigabyte) atau 1000 MB (Megabyte), misalnya 40 GB, 80 GB, 120 GB, dan sebagainya. Bahkan saat ini juga telah tersedia hard disk dengan daya simpan hingga sekian Terrabyte atau 1000GB. Kapasitas hard disk yang tersedia di pasaran umumnya cenderung meningkat seiring dengan perkembangan teknologi komputer.
Peningkatan kapasitas hard disk yang sangat cepat menyebabkan harga per MB menjadi sangat murah. Hal ini memungkinkan para pembuat software dan sistem operasi membuat perangkat yang lebih canggih.
Cara utama meningkatkan waktu pengaksesan adalah dengan me­ningkatkan waktu throughput. Adapun untuk meningkatkan kapasitas penyimpanannya, yang harus ditingkatkan adalah kerapatan area di platter.
Kerapatan di area platter ditentukan oleh 2 faktor, yakni kerapatan perekaman (recording density) dan kerapatan track (track density). Kerapatan track mengatur jumlah track yang bisa dipaketkan dalam satu area sementara kerapatan perekaman mengukur jumlah data yang bisa disimpan dalam satu area fisik tertentu.
Pabrikan hard disk saat ini lazim menuliskan ukuran dalam bentuk standar internasional “mega”, “giga”, dan “tera” setelah sebelumnya berbasis binary.
C. Karakteristik Hard Disk
Masing-masing hard disk memiliki karakteristik tersendiri. Karakteristik ini meliputi ukuran fisik hard disk, daya simpan, tingkat konsumsi daya, tingkat transfer rate, dan sebagainya.
Kapasitas hard disk saat ini biasanya dinyatakan dalam satuan Gigabytes. Pada beberapa jenis hard disk model lama, masih meng­gunakan satuan Megabytes.
Ukuran fisik hard disk biasanya dinyatakan dalam satuan inchi. Hard disk yang ada saat ini umumnya memiliki ukuran 3.5” atau 2.5” yang digunakan pada komputer dekstop dan laptop. Hard disk dengan ukuran 2.5” memiliki kecepatan dan daya simpan yang lebih rendah, namun lebih ekonomis dalam hal konsumsi daya listrik dan relatif lebih tahan terhadap guncangan. Pada awal tahun 2007, hard disk SATA dan SAS 2.5” mulai dijual untuk keperluan komputer desktop dan server. 
Revolusi ukuran fisik hard disk secara signifikan dapat dilihat pada hard disk ATA-7 LIF 1.8”—yang digunakan pada perangkat digital audio player dan subnotebooks—dengan kapasitas hingga 100GB, tingkat konsumsi daya yang rendah, serta sangat tahan terhadap guncangan. Sebagai perbandingan, hard disk ukuran 1.8” standar yang digunakan pada slot PCMCIA sebelumnya hanya mampu me­nampung 2 s.d. 5 GB saja.
Selanjutnya, berbagai media penyimpanan berukuran 1” mulai digunakan, misalnya kartu memory CF tipe II yang biasa terpasang pada kamera digital dan perangkat portabel. 
Dalam hal tingkat operasi baca tulis (input/output, I/O) per detik, hard disk modern saat ini sudah mampu melakukan 50 akses random atau 100 kali akses secara sekuensial per detik.
Karakteristik hard disk yang lain, yaitu tingkat konsumsi daya, tingkat nouse (dalam ukuran dBA), daya tahan terhadap guncangan, serta tingkat transfer rate (kecepatan transfer rata-rata). Nilai transfer rate hard disk umumnya berkisar antara 44.2 MB/detik hingga 111.4 MB/detik. Sedangkan random access time (kecepatan akses acak) berkisar antara 5 ms hingga 15 ms.
D. Cara Kerja Hard Disk
Hard disk menyimpan data dalam piringan dengan pola tertentu yang disebut sector dan track. Track adalah lingkaran konsentris (concentric circles), sedangkan sector adalah salah satu bagian dalam track tersebut. Data yang tersimpan di dalamnya dapat dibaca kembali dengan cara mendeteksi pola tersebut.
Dalam gambar ilustrasi di atas, track merupakan bagian yang berwarna terang yang mengelilingi hard disk, sedangkan sector adalah bagian kecil yang berwarna gelap. Sebuah sector terdiri atas byte tertentu, misalnya 256 atau 512. Kumpulan beberapa sector disebut dengan istilah cluster. Track dan sector dibuat ketika hard disk tersebut diformat.
Hard disk umumnya terdiri atas sebuah spindle yang merupakan pusat atau sumbu bagi sejumlah piringan tersebut dan sering disebut juga dengan istilah platter, tempat menyimpan data, platter motor, rangkaian elektronis atau circuit board, serta cover penutup yang melindungi komponen bagian dalam hard disk.
Platter terbuat dari bahan non-magnetik biasanya kaca atau alu­minium dan dilapisi dengan lapisan magnetik. Pada jenis hard disk model lama biasanya masih menggunakan iron oxide sebagai bahan magnetiknya. Sedangkan hard disk saat ini kebanyakan sudah meng­gunakan bahan lain, yaitu cobalt-based alloy.
Saat hard disk bekerja, platter tersebut berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Data ditulis dan dibaca ke dalam platter melalui read-and-write head yang berada sangat dekat dengan permukaan platter tersebut, dengan cara mendeteksi dan mengatur tingkat magnetis pada permukaan platter secara cepat.
 
Platters dan head
 
 
Read-and-write head
 
 
Circuit board pada hard disk
Kapasitas penyimpanan pada sebuah hard disk tergantung pada jumlah platter yang dimilikinya. Semakin banyak jumlah platter, maka kapasitas hard disk biasanya juga semakin besar. Sebagai gambaran, hard disk umumnya memiliki tiga platter dan enam read-and-write head.
Gambar-gambar dari komponen hard disk bisa Anda lihat sebagai berikut.
 
Cover penutup hard disk


Platter, head, dan spindle hub motor


Platter motor coil


Komponen hard disk yang telah diurai
Spindel hard disk menggunakan tekanan udara di dalam hard disk untuk mendukung bagian head agar bisa mengapung ketika platter hard disk sedang bergerak. Lingkungan luar terhubung ke hard disk melalui lubang kecil yang terletak di wadah hard disk tersebut. Lubang tersebut sangat kecil dengan diameter hanya ½ mm. 
Oleh karena menggunakan tekanan udara, hard disk biasa tidak bisa dioperasikan di ketinggian yang ekstrim (di atas 3000 meter), untuk keperluan tertentu ada hard disk khusus untuk keperluan peng­operasian di ketinggian.


hack billing





Sudah banyak cara untuk mengelabui billing explorer atau ngenet gratis dengan kecepatan yang cukup sepat. Kali ini caranya cukup mudah tinggal download aja softwarenya di sini.(belum beredar di internet)  Software ini sizenya dijamin gak bakalan ngabisin disk space cuma 70 KB. Berikut cara penggunaannya :

Ingredients :
1. Secangkir Kopi Hangat buat nemenin ngenet gratis semaleman penuh di warnet
2. CMD, kalo CMD di warnet di block coba pake PortableApps >> CMD Portable
3. HackBill.zip ni link nya  http://www.ziddu.com/download/3770747/BillHack.zip.html
4. Muka HaHo(baca:bego')
Caranya :
1. Buka CMD, kemudian ketik net view, kemudian pasti keluar komputer-komputer yang terhubung dengan jaringan LAN di warnet tersebut
2. Cari yang kira - kira komputer tersebut adalah komputer server(biasanya pake nama WARNETBILLING, pokonya ada tulisan admin , administrator , billing, dll lah)
3. Kemudian ketik ping nama_kompuet_server(ex. ping DENETBILLING)
4. Catat IP Address adminnya tu...
5. Jalankan program billhack.zip  http://www.ziddu.com/download/3770747/BillHack.zip.html
6. Pilih single client atau all client, single client untuk menggratiskan kompueter tertentu saja, all client untuk menggartiskan semua komputer, saya saranin pake yang single client aja, biar dosanya gak gede-gede amat...
7. Ketik IP Address admin tadi, pake port 1500, trus tekan hack now
8. Taraaaaaaaaaaaa, di biling server nickname kita sudah tidak ada.
9. Tanyain ke OP kalo mau bayar ato mau buktiin kalo emang hacking-nya sukses, kalo gak mau bayar yaudah lewati aja
Cat : Pada billing di komputer kita billing tetap berjalan, tetapi di server sudah tidak ada,(tidak ada bukan NOL(0)). Hal ini juga bisa membantu kita jika kita ingin jujur, kta tinggal bayar sesui yang tertera pada billing kita.
Jika anda yang membaca ini adalah OP warnet, segera lakukan pencegahan!
ni contoh gambarnya


Selasa, 02 Februari 2010




1. Pilihan Bahasa
Pilihan ini digunakan untuk menentukan bahasa yang digunakan selama proses instalasi. Saya memilih bahasa Inggris (English) karena lebih terbiasa, daripada menggunakan pilihan bahasa Indonesia. Bagi pemula, saya sarankan gunakan bahasa Indonesia.

2. Konfigurasi Keyboard
Memilih layout keyboard yang digunakan. Pilihan ini akan menentukan penerjemahan tombol-tombol keyboard yang digunakan oleh sistem. Saya memilih U.S. English. Sebagian besar layout keyboard yang beredar di Indonesia adalah U.S. English.

3. Pilihan Modus Instalasi (Instal atau Upgrade)
Secara otomatis program instalasi Fedora Core 6 akan mendeteksi ada tidaknya instalasi Fedora Core pada sistem sebelumnya. Jika sudah terdapat instalasi Fedora Core versi-versi sebelumnya, maka akan tampil pilihan Upgrade an existing Installation. Saya memilih instalasi Fedora Core 6 yang baru pada sistem, dengan memilih Install Fedora Core.



4. Pemilihan Partisi Harddisk
Tersedia pilihan untuk mempartisi harddisk sebagai berikut:
 Remove all Linux partitions on this system – pilihan ini untuk menghapus hanya partisi Linux saja.
 Remove all partitions on this system – pilihan ini akan menghapus semua partisi pada harddisk.
 Keep all partitions and use existing free space – pilihan ini untuk melakukan partisi dan instalasi sisa harddisk. Artinya, proses instalasi tidak akan menghapus partisi yang sudah
ada, tetapi akan membuat partisi yang baru di sisa harddisk yang belum terpakai.
 Create custom layout – pilihan ini untuk melakukan partisi sesuai dengan kemauan kita. Saya memilih partisi harddisk secara manual dengan menggunakan Create Custom Layout.

5. Konfigurasi Partisi Harddisk
Harddisk notebook sebesar 40 GB dipartisi menjadi 5. Saya membuat sebuah VolumeGroup partisi LVM (Logical Volume Management) untuk menyimpan partisi / dan
swap. Detail partisi yang dibuat adalah: /boot, LVM PV (untuk partisi / dan swap), dan /home
data-data kerja saya). (untuk menyimpan

6. Konfigurasi Boot Loader
Untuk menjalankan sistem tanpa menggunakan disket boot, perlu diinstalasi sebuah boot loader ke harddisk. Boot loader adalah program yang akan dimuat oleh BIOS komputer dan
bertanggung jawab untuk membaca kernel sistem operasi dan memberikan kendali jalannya sistem kepada kernel tersebut. Pada akhirnya kernel akan melakukan inisialisasi terhadap
sistem dan mengendalikannya.
Program instalasi menyediakan dua pilihan, yaitu GRUB atau tanpa boot loader. GRUB (Grand Unified Bootloader), dijadikan boot loader default pada Fedora Core 6. GRUB mampu memuat berbagai sistem operasi dan dapat diinstal pada salah satu lokasi berikut:
1. Master Boot Record (MBR)
2. Sektor pertama pada partisi boot
Saya menggunakan GRUB sebagai boot loader dan menambahkan password untuk GRUB. GRUB diinstal pada MBR.

7. Konfigurasi Jaringan
Dalam tahap ini, akan dilakukan konfigurasi network card. Pada notebook saya, menggunakan network card Broadcom Corporation NetXtreme Fast Ethernet. Program
instalasi telah mendeteksi adanya sebuah network card dan menampilkannya dalam daftarjaringan sebagai eth0.
Langkah selanjutnya adalah menentukan informasi untuk network card tersebut. Informasi ini meliputi IP address, netmask jaringan, nama host (hostname), gateway, dan Domain Name Server (DNS) jaringan. (Karena jaringan di tempat saya dalam waktu dekat ini belum akan
menggunakan IPv6, maka option IPv6 saya disabled, karena jika tidak, akan memperlambat kinerja PC.

8. Pilihan Time Zone
Menentukan time zone sesuai dengan wilayah waktu. Saya memilih Asia/Jakarta (Java & Sumatra), untuk Waktu Indonesia bagian Barat. Hapus tanda check untuk pilihan System clock uses UTC.

9. Menentukan Password Root
Root adalah user yang digunakan untuk administrasi sistem. Pada menu, diminta untuk memasukkan password dua kali untuk memastikan password yang dimasukkan benar-benar
sesuai dengan yang dimaksud dan tidak terjadi salah ketik ketika memasukkan password. Password root minimal terdiri dari 6 karakter.

10. Memilih Group Paket
Pada langkah sebelumnya, saya telah memilih instalasi model Custom. Dengan pilihan ini saya akan memilih sendiri paket yang akan diinstal pada sistem. Saya memilih beberapa
paket yang dibutuhkan untuk keperluan demo server, diantaranya DNS, Web Server, Proxy,
Firewall, VNC, Samba, NFS dan File Server, paket X Window (termasuk display manager XDM dan GDM) dan untuk desktop saya menggunakan GNOME.

11. Instalasi Paket
Proses instalasi diawali dengan membuat filesystem (memformat) partisi yang telah dibuat, mengaktifkan partisi swap, dan sebagainya. Setelah itu satu persatu paket software akan diinstalasi pada sistem. Selama proses instalasi, pada layar akan ditampilkan perkembangan dari proses instalasi.

12. Instalasi Selesai
Program instalasi akan menampilkan konfirmasi untuk melakukan reboot mesin, dengan sebelumnya mengeluarkan DVD-ROM dari DVD Drive. Setelah mesin di-reboot, sistem siap untuk digunakan.
dan login. setelah login dan anda ingin menampilkan tampilan dekstop ketikan perintah #startx atau # xinit


menggunakan multimeter


Menggunakan Multitester sebagai Volt Meter
Pasang Kabel hitam ke COM (Ground), dan pasang Kabel Merah ke Lubang paling kanan (V/Ohm).
Tentukan object pengukuran, misalnya akan mengukur battere Nokia yang berkapasitas 3,7V.
Lihat skala pada Multitester pd bagian V (Volt) ada dua yaitu:
DC Volt — (Tegangan searah) : Tegangan Batere, Teg. Output IC Power, dsb (Terdapat Polaritas + dan -)
AC Volt ~ (Tegangan Bolak Balik) : Tegangan PLN, dan sejenisnya.
Umumnya yg digunakan dalam pengukuran arus lemah seperti pengukuran ponsel, dll dipilih yg DC Volt –
Setelah dipilih skala DC Volt, ada nilai2 yang tertera pada bagian DC Volt tsb. Contoh: 200mV artinya akan mengukur tegangan yang maximal 0,2 Volt
2V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 2 Volt
20V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 20 Volt
200V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 200V
750V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 750V

Gunakan skala yang tepat utk pengukuran, misal Battere 3,6 Volt gunakan skala pada 20V. Maka hasilnya akan akurat misal terbaca : 3,76 Volt.
Jika menggunakan skala 2 V akan muncul angka 1 (pertanda overload/ melebihi skala)
Jika menggunakan skala 200V akan terbaca hasilnya namun tidak akurat mis terbaca : 3,6V atau 3,7 V saja (1digit belakang koma)
Jika menggunakan 750V bisa saja namun hasilnya akan terbaca 3 atau 4 volt (Dibulatkan lsg tanpa koma)
Setelah object pengukuran sudah ada, dan skala sudah dipilih yang tepat, maka lakukan pengukuran dengan menempelkan kab el merah ke positif battere dan kabel hitam ke negatif batere. Akan muncul hasil pengukurannya.
Jika kabel terbalik hasilnya akan tetap muncul, namun ada tanda negatif didepan hasilnya. Beda dengan Multitester Analog. Jika kabel terbalik jarum akan mentok kekiri.
NB : jika Multitester ada tombol DH, artinya Data Hold. Jika ditekan maka hasilnya akan freeze, dan bisa dicatat hasilnya.
Menggunakan Multitester sebagai pengukur kapasitas Condensator
Kondensator (Capasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad. Ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867).
Kondensator kini juga dikenal sebagai “kapasitor”, namun kata “kondensator” masih dipakai hingga saat ini.
Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya.
Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia “condensatore”, seperti bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador.
Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor).
Namun kebiasaan dan kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada masyarakat yang lebih sering menyebutkannya. Kini kebiasaan orang tersebut hanya menyebutkan salah satu nama yang paling dominan digunakan atau lebih sering didengar. Pada masa kini, kondensator sering disebut kapasitor (capacitor) ataupun sebaliknya yang pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C).
Satuan dalam kondensator disebut Farad. Satu Farad = 9 x 1011 cm² yang artinya luas permukaan kepingan tersebut menjadi 1 Farad sama dengan 106 mikroFarad (µF), jadi 1 µF = 9 x 105 cm².
Satuan-satuan sentimeter persegi (cm²) jarang sekali digunakan karena kurang praktis, satuan yang banyak digunakan adalah:
* 1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad)
* 1 µF = 1.000.000 pF (piko Farad)
* 1 µF = 1.000 nF (nano Farad)
* 1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
* 1 pF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad)
Langkah pengukuran :
1. Pilih Skala bagian F dan pilih skala yg sesuai.
2. maka nilai yg tampil adalah nilai kapasitas kondensator tsb dgn satuan Farad atau Mikro Farad (10 pangkat -6) atau Nano Farad (10 pangkat -9) atau Piko Farad (10 pangkat -12) Farad.
Menggunakan Multitester Digital sebagai Pengukur Jalur (Kontinuitas)
1. Pilih Skala Buzzer, yang ada icon Sound atau ada LED nya. Jika kabel tester Merah dan hitam ditempelkan langsung maka Multitester akan berbunyi pertanda jalur OK. Tanpa hambatan (<50 Ohm). 2. Pilih object pengukuran. Misal akan mengukur jalur Power ON dari IC UEM kaki P7 ke Switch On off. Tempel salah satu kabel (bebas yg mana aja) ke kaki Switch ON Off, satu lagi ke kaki IC UEM P7 atau capasitor terdekatnya. Jika bunyi maka pertanda jalur bagus dan terhubung. Jika tidak bunyi, coba apakah sudag benar letak pengukurannya. Jika sudah dipastikan jalur putus dan harus di jumper. Menggunakan Multitester sebagai pengukur arus rangkaian 1. Pindahkan kabel merah ke 20A. Dan kabel hitam tetap di COM (ground). Dipilih lobang 20A karena akan mengukur arus yg > 0,2 A.
Misalnya akan mengukur arus pengisian battere. Salah satu cara antara lain salah satu kabel charger dipotong. Dan masing
2. Kabel ditempelkan ke kabel merah & kabel hitam Multitester. Lakukan pengukuran saat ponsel dicharger. Misalnya nilai yg tertera 0,725 berarti arus pengisian sebesar 0,725 A alais 725 mA.
Atau mencabut Sekring (Fuse) lalu tempelkan masing kabel ke masing-masing kutub sekring pada PCB. Lalu ukur hasilnya.
Mengukur Batere Lithium Original atau Palsu.
1. Kabel Merah tetap di 20A, kabel hitam di GND.
2. Skala tetap di 20A
3. Tempel kabel Merah di + batere
4. Tempel kbl hitam di – batere
5. lihat hasil yg muncul :
Jika secara refleks, menunjuk ke angka tertentu dan kembali ke Nol, pertanda Batere Lithium asli.
Jika hasilnya menunjuk ke angka tertentu, dan stabil. Pertanda Batere Lithium palsu, dan segera cabut kabel dari Batere. Karena Batere akan menjadi panas.. karena didalamya tidak ada rangkaian pengontrolnya.
Untuk Batere lithium asli, walaupun kbl ditempel terus ke batere, tdk masalah…
Makanya sering ponsel panas atau bahkan meledak saat dicharging. Karena menggunakan Batere Lithium palsu, yang tidak ada rangkaian pengontrolnya. Sehingga saat batere penuh, sensor BTEMP tidak bekerja. Maka batere yang telah penuh tersebut akan terus terisi sehingga menjadi panas panas dan akhirnya dapat mengakibatkan kerusakan pada ponsel, atau bahkan bisa saja batere menjadi kembung dan dapat meledak.
Oleh karen itu gunakan selalu batere yang asli Lithium yang mengandung IC Pengontrol short Circuit didalamnya.

Untuk mengukur tagangan AC langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Pertama-tama harus diingat bahwa apakah yang diukur itu tegangan AC atau DC
2. Kita ukur tegangan AC.
3. Harus diingat pula batas ukurnya. Misalnya jaringan listrik PLN 220 Volt.
4. Saklar Batas Ukur menunjuk AC Volt, ke angka yang lebih tinggi dari batas ukur, misal ke angka 250 Volt.
5. Tempelkan colok yang satu ke + dn yang lain ke - karena yang akan diukur arus arusnya bolak-balik.
6. Pada waktu mengukut ini misalnya jarum penunjuk menunjuk angka 220, ini berarti tegangan PLN disitu 220 Volt. Tentu saja skala yang dipakai adalah yang batas kiri 0 dan batas kanan 250.

CARA MENGUKUR TEGANGAN DC
Untuk mengukur tegangan DC secara prinsip tak ubahnya dengan AC . Hanya perlu diperhatikan kabel colok alat ukur harus disambung/ditempelkan pada kutub dari sumber tegangan. Langkah-langkah pengukuran, adalah sbb :

1. Perlu diperhatikan Batas Ukur, Pencolok merah (+) dan pencolok hitam (-) , kutub positip ( + ) dan kutub negati ( - ).
2. Arahkan saklar menunjuk ke DC Volt. Pengukuran yang dikerjakan dalam keadaan arus mengalir (pengukuran dinamis), Saklar pada angka 10.
3. Waktu mengadakan pengukuran, colok merah (+) ditempatkan pada (+) dan colok hitam (-) ditempatkan pada (-).
4. Yang dibaca adalah skala 0-10. Misalnya menunjuk angka 1,5 , ini artinya tegangan arus = 1,5 Volt. Kalau saklar kita arahkan pada angka 50, maka saklar yang dibaca skala 0 - 50.



MENGUKUR KUAT ARUS DC
Untuk mengukur kuar arus dalam suatu rangkaian harus dalam keadaan terbuka.Langkah-langkahnya sbb :

1. Alat ini hanya dapat digunakan untuk menukur kuat arus DC saja. Kuat arus DC biasanya kecil. Karena itu alat ini hanya mencantumkan angka pengukuran sampai 500 mA.
2. Mengukur kuat arus DC dilakukan dengan cara sambungan seri dengan alat pemakai, misalnya lampu pijar. Saklar penunjuk diarahkan pada DC mA dengan memperhatikan batas ukur. Dipilih misalnyaangka 25.
3. Disini kita mengukur dalam keadaan hubungan terbuka. Karena itu putuskan hubungan.
4. Tempelkan colok merah pada kutub positip (+) dan colokhitam (-) pada kutub negatip (-).
5. Baca skala, jarum menunjuk pada angka berapa. itulah hasil pengukurannya.


Minggu, 31 Januari 2010

PENGGUNAAN MULTIMETER




Lembar Informasi
Multimeter sering disebut AVOmeter atau multitester, alat ini biasa
dipakai untuk mengukur harga resistansi (tahanan), tegangan AC (Alternating
Current), tegangan DC (Direct Current), dan arus DC. Bagian-bagian
multimeter seperti ditunjukkan gambar di bawah
Gambar 1. Multimeter / AVOmeter
Dari gambar multimeter dapat dijelaskan bagian-bagian dan fungsinya :
1. Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero Adjust Screw),
berfungsi untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk dengan cara
memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng
pipih kecil.
2. Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero (Zero Ohm Adjust
Knob), berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi nol.
Caranya : saklar pemilih diputar pada posisi W (Ohm), test lead + (merah
2
dihubungkan ke test lead – (hitam), kemudian tombol pengatur kedudukan
0 W diputar ke kiri atau ke kanan sehingga menunjuk pada kedudukan
0 W.
3. Saklar pemilih (Range Selector Switch), berfungsi untuk memilih posisi
pengukuran dan batas ukurannya. Multimeter biasanya terdiri dari empat
posisi pengukuran, yaitu :
a. Posisi W (Ohm) berarti multimeter berfungsi sebagai ohmmeter, yang
terdiri dari tiga batas ukur : x 1; x 10; dan K W
b. Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter
AC yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
c. Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter
DC yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
d. Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter berfungsi sebagai
mili amperemeter DC yang terdiri dari tiga batas ukur : 0,25; 25; dan
500.
Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe multimeter yang satu
dengan yang lain batas ukurannya belum tentu sama.
4. Lubang kutub + (V A W Terminal), berfungsi sebagai tempat masuknya
test lead kutub + yang berwarna merah.
5. Lubang kutub – (Common Terminal), berfungsi sebagai tempat
masuknya test lead kutub - yang berwarna hitam.
6. Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch), berfungsi untuk
memilih polaritas DC atau AC.
7. Kotak meter (Meter Cover), berfungsi sebagai tempat komponenkomponen
multimeter.
8. Jarum penunjuk meter (Knife –edge Pointer), berfungsi sebagai penunjuk
besaran yang diukur.
9. Skala (Scale), berfungsi sebagai skala pembacaan meter.
3
Menggunakan Multimeter
Pertama-tama jarum penunjuk meter diperiksa apakah sudah tepat
pada angka 0 pada skala DCmA , DCV atau ACV posisi jarum nol di bagian
kiri (lihat gambar 2 a), dan untuk skala ohmmeter posisi jarum nol di bagian
kanan (lihat gambar 2 b). Jika belum tepat harus diatur dengan memutar
sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk meter ke kiri atau ke kanan
dengan menggunakan obeng pipih (-) kecil.
DC
(a) (b)
Gambar 2. Kedudukan Normal Jarum Penunjuk Meter
a. Multimeter digunakan untuk mengukur resistansi
Untuk mengukur resistansi suatu resistor, posisi saklar pemilih
multimeter diatur pada kedudukan W dengan batas ukur x 1. Test lead
merah dan test lead hitam saling dihubungkan dengan tangan kiri,
kemudian tangan kanan mengatur tombol pengatur kedudukan jarum
pada posisi nol pada skala W. Jika jarum penunjuk meter tidak dapat
diatur pada posisi nol, berarti baterainya sudah lemah dan harus diganti
dengan baterai yang baru. Langkah selanjutnya kedua ujung test lead
dihubungkan pada ujung-ujung resistor yang akan diukur resistansinya.
Cara membaca penunjukan jarum meter sedemikian rupa sehingga mata
kita tegak lurus dengan jarum meter dan tidak terlihat garis bayangan
jarum meter. Supaya ketelitian tinggi kedudukan jarum penunjuk meter
berada pada bagian tengah daerah tahanan. Jika jarum penunjuk meter
berada pada bagian kiri (mendekati maksimum), maka batas ukurnya di
4
ubah dengan memutar saklar pemilih pada posisi x 10. Selanjutnya
dilakukan lagi pengaturan jarum penunjuk meter pada kedudukan nol,
kemudian dilakukan lagi pengukuran terhadap resistor tersebut dan hasil
pengukurannya adalah penunjukan jarum meter dikalikan 10 W. Apabila
dengan batas ukur x 10 jarum penunjuk meter masih berada di bagian kiri
daerah tahanan, maka batas ukurnya diubah lagi menjadi K W dan
dilakukan proses yang sama seperti waktu mengganti batas ukur x 10.
Pembacaan hasilnya pada skala KW, yaitu angka penunjukan jarum
meter dikalikan dengan 1 K W.
b. Multimeter digunakan untuk mengukur tegangan DC
Untuk mengukur tegangan DC (misal dari baterai atau power supply
DC), saklar pemilih multimeter diatur pada kedudukan DCV dengan batas
ukur yang lebih besar dari tegangan yang akan diukur. Test lead merah
pada kutub (+) multimeter dihubungkan ke kutub positip sumber
tegangan DC yang akan diukur, dan test lead hitam pada kutub (-)
multimeter dihubungkan ke kutub negatip (-) dari sumber tegangan yang
akan diukur. Hubungan semacam ini disebut hubungan paralel. Untuk
mendapatkan ketelitian yang paling tinggi, usahakan jarum penunjuk
meter berada pada kedudukan paling maksimum, caranya dengan
memperkecil batas ukurnya secara bertahap dari 1000 V ke 500 V; 250 V
dan seterusnya. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bila jarum
sudah didapatkan kedudukan maksimal jangan sampai batas ukurnya
diperkecil lagi, karena dapat merusakkan multimeter.
c. Multimeter digunakan untuk mengukur tegangan AC
Untuk mengukur tegangan AC dari suatu sumber listrik AC, saklar
pemilih multimeter diputar pada kedudukan ACV dengan batas ukur yang
paling besar misal 1000 V. Kedua test lead multimeter dihubungkan ke
kedua kutub sumber listrik AC tanpa memandang kutub positif atau
5
negatif. Selanjutnya caranya sama dengan cara mengukur tegangan DC
di atas.
d. Multimeter digunakan untuk mengukur arus DC
Untuk mengukur arus DC dari suatu sumber arus DC, saklar
pemilih pada multimeter diputar ke posisi DCmA dengan batas ukur 500
mA. Kedua test lead multimeter dihubungkan secara seri pada rangkaian
sumber DC (perhatikan gambar.3 di bawah)
Gambar 3. Multimeter untuk Mengukur Arus DC
Ketelitian paling tinggi akan didapatkan bila jarum penunjuk multimeter
pada kedudukan maksimum. Untuk mendapatkan kedudukan maksimum,
saklar pilih diputar setahap demi setahap untuk mengubah batas
ukurnya dari 500 mA; 250 mA; dan 0, 25 mA. Yang perlu diperhatikan
adalah bila jarum sudah didapatkan kedudukan maksimal jangan sampai
batas ukurnya diperkecil lagi, karena dapat merusakkan multimeter.


Jumat, 29 Januari 2010

Trik Membuat Windows XP anda Jadi Asli / Original dalam beberapa detik



January8
Mungkin saat anda membaca judul artikel ini, dalam anda hati anda muncul dua pertanyaan atau komentar. Yang pertama adalah komentar : “MASAK SICH” atau “IMPOSIBLE“. Yang kedua adalah komentar pendek aja : “WOOOOUUUUOOOWWW“.
Pertanyaan atau komentar yang sama juga muncul pada diri saya saat mendownload dan membaca sedikit tulisan dalam file yang saya download dan saya tempatkan di www.ziddu.com ( XP Genuiner ) atau http://jamesbond.4shared.com dalam folder Hacking XP. Namun setelah saya coba dan saya buktikan beberapa kali, ternyata memang sangat mudah untuk membuat Windows XP kita menjadi Original hanya dalam sekali Double KLIK dan 2 kali KLIK atau hanya dalam 2 detik saja. Tidak percaya…? Buktikan saja sendiri dech…
Oke, sebelum memulai Step by step-nya perlu saya pertegas dan perjelas dulu mengenai artikel ini. Bahwa artikel ini adalah untuk membuka dan menambah wawasan kita bahwa begitu mudahnya menembus proteksi Authentikasi Microsoft sehingga Server Microsoft bisa ditipu dengan hacking ini. Selain itu penulis harapkan dengan artikel ini pihak Microsoft bisa mengetahui bahwa System yang telah mereka buat saat ini untuk melakukan pengecekan Authentikasi Original Software Windows XP mereka masih perlu diperbaiki. So… Saya harapkan untuk semuanya agar menilai dan mengunakan Hacking sebagai suatu hal yang positif. Dan selalu ingat bahwa segala sesuatu itu bergantung pada niat kita
Kita mulai Step by step untuk membuat Windows XP non original atau Windows XP bajakan kita menjadi Original. Pertama kali yang harus anda lakukan adalah untuk mendapatkan Tools ini di Jamesbond. Lalu ikuti seperti gambar – gambar dibawah ini, yang merupakan real step by step yang saya lakukan dalam membuktikan kebenaran trik hacking ini…
Sebelum memulai hacking / cracking ini, kita bisa memastikan Windows XP kita ini benar – benar asli / Original apa tidak. Gunakan Tools Microsoft Genuine Advantage Diagnostic Tools, dari file yang telah anda download dari Jamesbond tadi. Dari gambar diatas ini terlihat Windows XP yang saya gunakan tidak asli alias palsu atau Windows XP Bajakan ( padahal saya punya License bahkan License jenis VLK ). Jadi hal ini saya lakukan untuk testing pembuktian aja. Oke, kita mulai proses atau tahap hacking / cracking Windows XP seperti yang kita lihat pada gambar dibawah ini. Double Klik atau Import file Registry seperti dibawah ini. Lalu klik “Yes” seperti pada gambar berikutnya.
Selanjutnya klik “OK” setelah file registry tersebut berhasil dimasukkan di Registry Windows XP kita.
Selanjutnya… tanpa perlu di restart Windows XP kita sudah jadi Original DETIK INI JUGA. Tidak percaya…???? Mari langsung kita testing mengunakan Tools Microsoft Genuine Advantage Diagnostic Tools. Oooopppsss… terlihat jelas “Genuine“… hehehe… fantastis sekali bukan….?
Anda masih tidak percaya kalau Windows XP kita ini sudah menjadi Original…? Masih perlu dibuktikan…? Oke, yang paling mudah membuktikannya dengan menginstall Internet Explorer 7. Kenapa? Karena Internet Explorer 7 hanya bisa di install pada Windows XP yang benar – benar Original saja. Kalau Windows XP anda tidak Original atau “belum dibuat jadi Original”, jangan harap dech bisa melakukan Install Internet Explorer 7. Perhatikan capture gambar proses Installasi Internet Explorer 7 dibawah ini :
Sangat – sangat mudah sekali bukan…? Saya rasa, anak dibawah umurpun bisa melakukan hal ini, iya khan…? Selamat mencoba dan membuktikannya……
NB : Siang ini ( Senin 19 Mei 2008 jam 12.00 ) saya terima sebuah email dan saya sampaikan terimakasih kepada rekan Budiman dari Samarinda yang telah menyampaikan Kritik dari salah seorang temannya setelah membaca artikel ini. “Apakah isi dari File REGISTRY tersebut…?”. File Registry ini berisi PRODUCT KEY License Windows XP “VLK” ( Volumen License Key ). Tahukah anda bahwa jika anda punya VLK ( misalnya untuk 10 PC di kantor anda ), lalu anda gunakan VLK tersebut pada 100 PC. Maka 100 PC tersebut semuanya dianggap Licensed jika anda gunakan untuk Online Updates. So… apa komentar anda dengan fenomena ini…????


Kamis, 28 Januari 2010

Digital MultiMeter, sebagai alat ukur




PSU Simbokde, sebagai sumber

Kipas Casing, sebagai beban


Mengukur tegangan 12Volt & 5Volt, dari PSU

Pindah saklar putar pada skala DCV, pada angka lebih tinggi dari tegangan yg akan kita ukur, misalnya 20 (berarti DMM dalam kondisi mampu mengukur tegangan mulai dari NOL sampai 20Volt


Kemudian Hidupkan PSU
Untuk mengukur teg. 5Volt, pasang probe Merah pada kabel warna merah di molex PSU, dan probe Hitam pada kabel hitam pada molex PSU, lihat gambar dibawah:

Teg. yg terukur 5,23Volt

Untuk mengukur teg. 12Volt, pasang Probe Merah pada kabel warna Kuning di molex PSU, probe Hitam pada kabel hitam juga pada molex PSU , lihat gambar dibawah:

Pada gambar diatas, terlihat DMM menunjukkan teg. 12Volt PSU hanya terbaca 11,49Volt (dalam kondisi idle/tidak terbebani)

sekarang coba kita berbi beban sebuah kipas casng dgn spesifikasi 12Volt, 0,20Amp


dan lihat berapa tegangan yg keluar setelah diberi beban:

tegangan turun menjadi 11,36Volt

Kenapa tegangan keluaran PSU bisa turun? kejadian ini bisa terjadi dengan sebab sebagai berikut:
1. DMM tidak terkalibrasi dengan baik (kemungkinan ini sangat kecil terjadi walaupun bisa saja terjadi)
2. Kualitas Komponen PSU yg jelek (sehngga tidak mampu mempertahankan teg. output saat diberi beban.
3. Kumparan pada kipas tidak bagus kuaitasnya, mualai dari kualitas kawat tembaga, maupun kualitas gulungan kumparan tersebut pada saat di produksi

Mengukur Arus Listrik
Kalau pada percoba'an diatas, mengukur teg. DMM kita paralel dengan sumber tegangan (postif DMM ke positif Sumber, jg demikian degatifnya), tapi pada saat mengukur arus listrik, DMM di SERI antara Sumber arus dan Beban
Diagram Blok:


Pindahkan saklar putar, pada skala DCA, pilih skala sama dengan / diatas dari besar arus yg akan kita ukur, disini saya menggunakan skala 200mA
Kabel positif kipas di potong, kemudian, porbe merah DMM disambung dgn kabel yg dari arah positif molex warna kuning, dan probe hitam DMM dsambung ke positif kipas, sedangkan kabel negatif kipas langsung terhubung dengan kabel degatif dari molex warna hitam

Lihat berapa besar arus yg mengalir? sebesar 118mA / 0,18A

Dari dua ercoba'an diatas, yaitu pengukuran tegangan dan pengukuran arus, kta dapat mengetahui daya yg dibutuhkan oleh kipas tersebut

P = I. V

P = 0,18A x 11,36Volt
p= 2,00448Watt / 2Watt


sedangkan ada label 12Volt, 0,20A sekitar 2,4Watt

Selisih 0,4watt , selisih ini terjadi karena alasan yg sudah saya utarakan diatas

Sekian sedikit [b]Pengetahuan DASAR[b/] dalam menggunakan Alat Ukur Digital MultiMeter, maaf bila banyak kekurangan, kalau memang ada yg perlu ditambahkan, tolong ditambahkan, begitu juga bila ada yg perlu dikurangi, tolong diberitahukan


Bahagian Multimeter Analog & Fungsinya





Dari gambar multimeter dapat dijelaskan bagian-bagian dan
fungsinya :

(1) Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero
Adjust Screw), berfungsi untuk mengatur kedudukan
jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya ke
kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih
kecil.

(2) Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero
(Zero Ohm Adjust Knob), berfungsi untuk mengatur
jarum penunjuk pada posisi nol. Caranya : saklar
pemilih diputar pada posisi (Ohm), test lead + (merah
dihubungkan ke test lead – (hitam), kemudian tombol
pengatur kedudukan 0 diputar ke kiri atau ke kanan
sehingga menunjuk pada kedudukan 0 .

(3) Saklar pemilih (Range Selector Switch), berfungsi untuk
memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya.
Multimeter biasanya terdiri dari empat posisi
pengukuran, yaitu :

(4) Posisi (Ohm) berarti multimeter berfungsi sebagai
ohmmeter, yang terdiri dari tiga batas ukur : x 1; x 10;
dan K 

(5) Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi
sebagai voltmeter AC yang terdiri dari lima batas ukur :
10; 50; 250; 500; dan 1000.

(6) Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi
sebagai voltmeter DC yang terdiri dari lima batas ukur :
10; 50; 250; 500; dan 1000.

(7) Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter
berfungsi sebagai mili amperemeter DC yang terdiri dari
tiga batas ukur : 0,25; 25; dan 500.

(8) Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe
multimeter yang satu dengan yang lain batas ukurannya
belum tentu sama.

(9) Lubang kutub + (V A Terminal), berfungsi sebagai
tempat masuknya test lead kutub + yang berwarna
merah.


(10) Lubang kutub – (Common Terminal), berfungsi
sebagai tempat masuknya test lead kutub - yang
berwarna hitam.

(11) Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch),
berfungsi untuk memilih polaritas DC atau AC.

(12) Kotak meter (Meter Cover), berfungsi sebagai tempat
komponen-komponen multimeter.

(13) Jarum penunjuk meter (Knife –edge Pointer), berfungsi
sebagai penunjuk besaran yang diukur.

(14) Skala (Scale), berfungsi sebagai skala pembacaan
meter.


About Me

Foto Saya
Anwar Saputra
Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Total Tayangan Halaman

Toko68
Free Domain

Mendapatkan DOllar

 

blog tutorial - IT & komputer Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha