Jumat, 09 Desember 2011

Intel Hentikan Produksi 11 Model Prosesornya yaitu Celeron, Pentium, Core 2 Duo & Xeon Arsitektur lama

Posted On 00.59 by Anwar Saputra | 0 komentar




Dalam rangka menyegarkan skala produksinya dan lebih memberikan ruang bagi chip berdasarkan desain core terbarunya, Intel kabarnya baru saja telah menyampaikan pengumuman terkait dengan penghentian produksi 11 model processornya yaitu Celeron, Pentium, Core 2 Duo dan processor Xeon berbasis arsitektur yang lebih tua.
Untuk mensosialisasikan dan menginformasikan perubahan tersebut kepada para mitra bisnisnya, Intel telah mengirimkan pemberitahuan penghentian produk atau Product Discontinuance Notifications (PCN) sejak jauh-jauh hari. Berdasarkan pemberitahuan tersebut, terdapat tidak kurang dari 11 processor mulai dari chip berbasis Conroe-L celeron 430, 440 dan 450 hingga Xeon X3330 yang dibangun di atas arsitektur Yorkfield-6M. Dan sebagian besar dari chip yang dihentikan tersebut ternyata didasarkan pada core Wolfdale dan Wolfdale-3M.
Walaupun telah ada pemberhentian produksi secara resmi lantas bukan berarti pintu permintaan tertutup rapat. Pasalnya sejauh ini Intel masih akan memperbolehkan para mitra bisnisnya untuk menempatkan pesanan sampai 30 Desember 2011, sedangkan tanggal pengiriman produk terakhirnya sendiri telah ditetapkan pada tanggal 8 Juni 2012.
Satu-satunya pengecualian aturan ini adalah Celeron 440, yang akan dikirimkan “hingga persediaan terakhir”, serta tiga processor Xeon yaitu X3300, E3120 dan E3110 yang akan dikirimkan hingga tanggal 14 Desember 2012. Sayangnya, Intel tidak menyebutkan penggantinya apapun untuk produk-produk yang dihentikan tersebut. Namun mengingat usia chip ini, penghentian produksi tinggal menunggu waktu saja. Lagipula sekarang Intel telah mengeluarkan produk-produk terbarunya yang berarti tentunya akan ada banyak pilihan baru.
Chip berbasis SNB diharapkan akan segera hadir dalam waktu yang tidak lama lagi. Lagipula begitu banyak processor Penryn yang akan menjadi usang pada saat itu juga. Arsitektur Penryn sendiri telah dirilis pada 2008 yang lampau sebagai chip Core sebelumnya dan menggunakan proses fabrikasi 45nm. Pada dasarnya processor berdasarkan arsitektur ini  menampilkan dua atau empat core pemrosesan dengan hingga 6MB Level 2 cache.


MEDIA ACCESS CONTROL (MAC)

Posted On 00.58 by Anwar Saputra | 0 komentar


Media Access Control adalah sebuah metode untuk mentransmisikan sinyal yang dimiliki oleh node-node yang terhubung ke jaringan tanpa terjadi konflik. 
Ketika dua komputer meletakkan sinyal di atas media jaringan (sebagai contoh: kabel jaringan) secara simultan (berbarengan), maka kondisi yang disebut sebagai "collision" (tabrakan) akan terjadi yang akan mengakibatkan data yang ditransmisikan akan hilang atau rusak. Solusi untuk masalah ini adalah dengan menyediakan metode akses media jaringan, yang bertindak sebagai "lampu lalu lintas" yang mengizinkan aliran data dalam jaringan atau mencegah adanya aliran data untuk mencegah adanya kondisi collision.
Jenis – jenis Media Access Control :
a.       Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection (CSMA/CD): metode ini digunakan di dalam jaringan Ethernet half-duplex (jaringan Ethernet full-duplex menggunakan switched media ketimbang menggunakan shared media sehingga tidak membutuhkan metode ini). CSMA/CD merupakan metode akses jaringan yang paling populer digunakan di dalam jaringan lokal, jika dibandingkan dengan teknologi metode akses jaringan lainnya. CSMA/CD didefinisikan dalam spesifikasi IEEE 802.3 yang dirilis oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE).
b.      Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance (CSMA/CA): metode ini digunakan di dalam jaringan dengan teknologi Apple Talk dan beberapa bentuk jaringan nirkabel (wireless network), seperti halnya IEEE 802.11aIEEE 802.11b, serta IEEE 802.11g. Untuk AppleTalk, CSMA/CA didefinisikan dalam spesifikasi IEEE 802.3, sementara untuk jaringan nirkabel didefinisikan dalam IEEE 802.11.
c.       Token passing: metode ini digunakan di dalam jaringan dengan teknologi Token Ring dan Fiber Distributed Data Interface (FDDI). Standar Token Ring didefinisikan di dalam spesifikasi IEEE 802.5, sementara FDDI didefinisikan oleh American National Standards Institute(ANSI).
d.      Demand priority: digunakan di dalam jaringan dengan teknologi 100VG-AnyLAN dan didefinisikan dalam standar IEEE 802.12.


Minggu, 04 Desember 2011

Membuat authentikasi user Login di Squid

Posted On 06.16 by Anwar Saputra | 0 komentar




Ini adalah sedikit dokumentasi ketika saya mengconfigure squid (Proxy Server) agar ketika si client mau menggunakan proxy untuk connect ke internet, ia harus masukkan username dan password, jadi… yang tidak bisa meng-input username dan password dengan benar, otomatis ia tidak bisa connect ke internet.

Teknik ini saya rasa adalah teknik yg paling pas diterpakan, jika dalam sebuah network ada user yang “tidak mendapatkan hak” untuk akses internet, dan ada juga user yang “mendapatkan hak” untuk akses internet.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Install Squid, jangan lupa untuk mengenable kan options:

–enable-auth
–enable-basic-auth-helpers

Buatlah direktory, dimana direktori ini akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan username dan password.

mkdir /usr/lib/squid/ncsa

Buatlah username dan password yang nantinya akan di gunakan untuk authentifikasi login ke squid proxy

htpasswd -c /usr/lib/squid/ncsa/login.auth test
htpasswd /usr/lib/squid/ncsa/login.auth penchot

Baris pertama berarti : membuat file “login.auth” (tempat menaruh username dan password) oleh user “test”
baris kedua berarti : menambahkan username penchot ke dalam login.auth

backup file squid.conf nya terlebih dahulu untuk menjaga hal2 yg tak diinginkan..!!!
# cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.ori

# vi /etc/squid/squid.conf

Edit squid.conf

Tambahkan :

auth_param basic program /usr/lib/squid/ncsa_auth /usr/lib/squid/ncsa/dani.auth
auth_param basic children 5
auth_param basic realm Squid proxy-caching web server
auth_param basic credentialsttl 2 hours
auth_param basic casesensitive off
acl ncsa_users proxy_auth REQUIRED

http_access allow ncsa_users (Letakkan baris ini sebelum http_access deny all)

Sebagai contoh, ini adalah squid.conf yang saya pakai:

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl lan src 192.168.0.0/255.255.255.0 #komp lan

auth_param basic program /usr/lib/squid/ncsa_auth /usr/lib/squid/ncsa/login.auth
auth_param basic children 5
auth_param basic realm Squid proxy-caching web server
auth_param basic credentialsttl 2 hours
auth_param basic casesensitive off
acl ncsa_users proxy_auth REQUIRED

acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl PURGE method PURGE
acl SSL_ports port 443 563 10000
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 443 563 # https, snews
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl magic url_regex -i ftp .exe .mp3 .vqf .tar.gz .gz .rpm .zip .rar .avi .mpeg .mpe .mpg .qt .ram .rm .iso .raw .wav
acl CONNECT method CONNECT

http_access allow manager lan
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access allow PURGE localhost
http_access deny PURGE
http_access allow localhost
http_access allow ncsa_users
http_access allow lan
http_access deny all

kemudian coba jalankan :

squid -k reconfigure

Jika tidak menemukan error, itu berarti konfigurasi squid nya sudah benar, sekarang tinggal test menggunakan browser.
lakukan setting di browsernya agar menggunakan proxy yang tadi kita set, kemudian coba buka salah satu web, misalkan www.google.com, jika muncul kolom username dan password, itu berarti setting auth kita sukses.



Selanjutnya masukkan “username” dan “password” yang kita telah buat tadi, misal:
Username : test
Password : ******

jika kemudian www.google.com nya terbuka, maka itu berarti secara keseluruhan setting yang kita lakukan telah sukses


Proxy Authentication with NTLM scheme

Posted On 06.09 by Anwar Saputra | 0 komentar



Teknik ini sudah ada sejak lama, dan saya juga sudah berhasil mengimplementasikannya sejak lama, tetapi baru sekarang sempat saya tulis, yaaaa itung2 agar bisa menjadi amal jariyah saya karena menghalangi orang berbuat dosa :) . Skenario yang saya terapkan adalah dengan membelokkan (redirect) akses ke situs/website yg kita blokir (yaitu seputar pornografi) menuju kepada situs/website yg tdk kita blokir (non-pornografi) tanpa sepengetahuan user.
Menurut http://www.squidguard.org/, SquidGuard adalah URL redirector used to use blacklists with the proxysoftware Squid. There are two big advantages to squidguard: it is fast and it is free. SquidGuard is published under GNU Public License.

Caranya adalah sbb :
  1. Install dan lakukan konfigurasi sederhana pada squid.
  2. Panduan step-by-step bisa dilihat disini
  3. Install squidGuard.
  4. root@server:~# apt-get install squidguard
  5. Download blacklist
  6. Balcklist adalah file yg berisi jutaan (bahkan lebih),  domain / IP address / url situs porno. Blacklist ini bisa di download pada website dibawah ini : http://squidguard.mesd.k12.or.us/blacklists.tgz http://www.shallalist.de/Downloads/shallalist.tar.gz http://urlblacklist.com/cgi-bin/commercialdownload.pl?type=download&file=bigblacklist Saya ucapkan banyak2 terimakasih pada website diatas,  karena saya tidak harus menuliskan nama2 website porno tsb satu-persatu :mrgreen:
  7. Setting squidGuard
    • Definisikan dbhome
    • dbhome adalah folder/path dimana file2 database kita berada, shg konfigurasi selanjutnya adalah relative-path terhadap dbhome ini. root@server:~# mcedit /etc/squid/squidGuard.conf dbhome /var/lib/squidguard/db
    • Definisikan source-ip yg ingin anda tangani dengan squidGuard pada section SOURCE ADDRESSES
    • Pada kantor saya ada lebih dari satu kelompok pengguna, utk memudahkan, saya beri kelompok tsb nama, yaitu : metadata, warnet-user, dan astro. src metadata { ip 192.168.0.1-192.168.0.254 } src warnet-user { ip 10.11.12.1-10.11.12.254 } src astro { ip 20.30.40.1-20.30.40.254 }
    • Definisikan file yg berisi address dari domain & url porn
    • dest pornografi { domainlist porn/domains urllist porn/urls log pornografi.log } dest dating { domainlist dating/domains urllist dating/urls log dating.log } dest gamble { domainlist gamble/domains urllist gamble/urls log gamble.log }
    • Definisikan acl (access control list), tanda “!” (tanpa tanda petik) berarti tidak diperbolehkan (akan di-reject).
    • acl { metadata { pass !pornografi any redirect 301:http://eramuslim.com/ } warnet-user { pass !pornografi !dating any redirect 301:http://google.com } astro { pass !pornografi !dating any redirect 301:http://google.com } default { pass !pornografi !dating !gamble any redirect 301:http://google.com }
    acl metadata : adalah access-control-list yg diberikan pada kelompok metadata : yaitu boleh mengakses sembarang website, kecuali yg termasuk kategori pornografi (akan diredirect ke website http://eramuslim.com).
    acl warnet-user dan astro : adalah access-control-list yg diberikan pada kelompok warnet-user dan astro : yaitu boleh mengakses sembarang website, kecuali yg termasuk kategori pornografi dan dating (akan diredirect ke website http://google.com).
    acl default : adalah access-control-list yg diberikan pada kelompok SELAIN metadata / warnet-user / astro : yaitu boleh mengakses sembarang website, kecuali yg termasuk kategori pornografi, dating, dan gamble(akan diredirect ke website http://google.com)..
  8. Setting squid agar menggunakan squidGuard sbg redirect_program.
  9. Tambahkan redirect_program pada squid.conf. root@server:~# mcedit /etc/squid/squid.conf redirect_program /usr/bin/squidGuard -c /etc/squid/squidGuard.conf dan restart squid, sembari amati file /var/log/syslog pada shell yg lain. Shell-1 root@server:~# /etc/init.d/squid restart Shell-2 root@server:~# tail -f /var/log/syslog | ccze
  10. Testing : Perhatikan log-file
  11. Untuk melakukan testing, kita harus mengamati log-file yg ada, baik log-file milik squid, maupun milik squidGuard. Untuk mempermudah pengamatan kita, saya anjurkan untuk menginstall ccze, panduan instalasinya bisa dilihat disini. Ok, sekarang bukalah konsole dan lakukan perintah dibawah ini pada shell yang berbeda-beda. shell-1 : mencatat website yang diakses melalui proxy kita. root@server:~# tail -f /var/log/squid/access.log | ccze shell-2 : user yang mencoba utk mengakses website kategori pornografi, IP Address-nya akan tercatat pada file ini. root@server:~# tail -f /var/log/squid/pornografi.log | ccze shell-3 : user yang mencoba utk mengakses website kategori dating, IP Address-nya akan tercatat pada file ini. root@server:~# tail -f /var/log/squid/dating.log | ccze shell-4 : user yang mencoba utk mengakses website kategori gamble, IP Address-nya akan tercatat pada file ini. root@server:~# tail -f /var/log/squid/gamble.log | ccze
    Sekarang bukalah browser anda, lakukan setting proxy, kemudian cobalah mengunjungi website yg termasuk kategori pornografi. Apa yg terjadi? Apabila anda berhasil di-redirect menujuhttp://eramuslim.com atau http://google.com, maka berarti anda telah berhasil. :D
Bagaimana, apa anda sudah tau siapa saja yg doyan pornografi ??? :mrgreen:
karena log-file tidak mungkin berbohong. :)
Reference :
manual pages squidGuard : man squidGuard
Dokumentasi squidGuard
Website http://www.squidguard.org


memanajement bandwith dengan proxy di debian 5

Posted On 06.04 by Anwar Saputra | 0 komentar



NETWORK BASED BANDWIDTH MANAGEMENT 
  1. Mendefinisikan Subnet yang akan di manage bandwidth-nya :
  2. Bagian  IT : 192.168.7.0/28 Bagian Designer : 192.168.7.16/28 Bagian Finance : 192.168.7.32/28 Bagian Tamu : 192.168.7.48/28
    root@constantine:~# vim /etc/squid3/squid.conf acl IT src 192.168.7.0/28 http_access allow IT
    acl designer src 192.168.7.16/28 http_access allow designer
    acl finance src 192.168.7.32/28 http_access allow finance
    acl tamu src 192.168.7.48/28 http_access allow tamu
  3. Membagi bandwidth berdasarkan kebijakan yang ada
  4. misal : Bandwidth total adalah :  2 Mbps = 2048 Kbps -> 256 KBps Bagian IT mendapat alokasi sebesar : 600 Kbps = 75 KBps Bagian Designer mendapat alokasi sebesar : 800 Kbps = 100 KBps Bagian Finance mendapat alokasi sebesar : 400 Kbps = 50 KBps Sisanya diberikan pada bagian Tamu : 200 Kbps = 25 KBps
    !!!!!!!!!!!!!!!!!!!! INGAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 1 byte = 8 bit KBps = Kilo Bytes per second Kbps = Kilo bits per second !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    aturan pembagian bandwidth diatas baru diterapkan apabila client melakukan akses / download file diatas 1024000Bytes (1024KB = 1MB).
    root@constantine:~# vim /etc/squid3/squid.conf
    delay_pools 4
    delay_class 1 2 delay_parameters 1 -1/-1 75000/1024000 delay_access 1 allow IT delay_access 1 deny all
    delay_class 2 2 delay_parameters 2 -1/-1 100000/1024000 delay_access 2 allow designer delay_access 2 deny all
    delay_class 3 2 delay_parameters 3 -1/-1 50000/1024000 delay_access 3 allow finance delay_access 3 deny all
    delay_class 4 2 delay_parameters 4 -1/-1 25000/1024000 delay_access 4 allow tamu delay_access 4 deny all
  5. Testing / benchmark-lah masing2 bagian dengan melakukan download secara gila-gilaan dengan download manager (mis : IDM, FlashGet, dll) file yang besar sekali dari masing-masing subnet dan perhatikan apakah pembagian bandwidth yang anda lakukan sudah benar
BANDWIDTH MANAGEMENT  BERDASARKAN TYPE AKSES USER (delay_class type 1) [15 Mei 2010]
Tipe akses user yang saya maksud disini ada 2, yaitu antara BROWSING dan DOWNLOAD. Untuk membedakan kedua tipe akses tersebut, saya asumsikan bisa dilihat dari tipe file-nya (extensi file), misalnya apabila tipe filenya .htm, .html, .php, .jsp, maka itu adalah tipe akses BROWSING, sedangkan apabila tipe filenya .exe, .avi, .zip, maka itu adalah tipe akses DOWNLOAD.
Misalnya kita mempunyai koneksi internet dg b/w 2 Mbps, kita ingin membaginya sbb :
DOWNLOAD = 1,5 Mbps = 1500 Kbps = 187 KBytes/s = 187000 Bytes/s
BROWSING = 0,5 Mbps = 500 Kbps = 62 KBytes/s = 62000 Bytes/s
Maka skenario yg bisa diterapkan adalah dengan mendefinisikan tipe-file yang kita anggap DOWNLOAD, kemudian kita batasi aksesnya, dan membiarkan (tidak membatasi) tipe-file lainnya karena kita asumsikan selain DOWNLOAD adalah BROWSING. Caranya adalah :
  1. Definisikan seluruh tipe-file yg kita anggap akses DOWNLOAD dalah sebuah file. (dibawah ini hanya sebuah contoh, anda bebas menyesuaikan sendiri)
  2. root@constantine:/etc/squid3# touch /etc/squid3/file_download root@constantine:/etc/squid3# vim /etc/squid3/file_download
    \.3gp$ \.7-zip$ \.7z$ \.ac3$ \.ace$ \.aif$ \.aifc$ \.aiff$ \.arc$ \.arj$ \.asf$ \.asx$ \.au$ \.avi$ \.bin$ \.bzip2$ \.cab$ \.cdw$ \.chm$ \.cr2$ \.crw$ \.dat$ \.dcr$ \.div$ \.divx$ \.djvu$ \.doc$ \.dts$ \.dvi$ \.dvr-ms$ \.emf$ \.eps$ \.exe$ \.flv$ \.fpx$ \.gz$ \.gzip$ \.ha$ \.hdf$ \.icl$ \.icn$ \.iff$ \.iso$ \.jar$ \.jad$ \.jp2$ \.jpc$ \.jpeg$ \.jpg$ \.lha$ \.lzh$ \.lzw$ \.m1v$ \.m2v$ \.mid$ \.midi$ \.mim$ \.mp2$ \.mp2v$ \.mp3$ \.mpa$ \.mpe$ \.mpeg$ \.mpg$ \.mpv2$ \.mrw$ \.msi$ \.nef$ \.ogg$ \.orf$ \.pak$ \.pbm$ \.pcd$ \.pcx$ \.pef$ \.pgm$ \.pic$ \.pict$ \.plp$ \.png$ \.ppm$ \.pps$ \.ppt$ \.ps$ \.psd$ \.psp$ \.qt$ \.raf$ \.ram$ \.rar$ \.ras$ \.raw$ \.rfx$ \.rm$ \.rmi$ \.rmvb$ \.rpm$ \.rs$ \.rtf$ \.run$ \.sef$ \.sgi$ \.snd$ \.srf$ \.swf$ \.tar$ \.tar.bz$ \.tar.gz$ \.tbz$ \.tga$ \.tgz$ \.tif$ \.tiff$ \.ttf$ \.uue$ \.vob$ \.vqf$ \.vro$ \.wav$ \.wbmp$ \.wma$ \.wmf$ \.wmv$ \.wri$ \.x3f$ \.xbm$ \.xls$ \.xlw$ \.xpm$ \.zip$
  3. Edit konfigurasi squid, dan batasi akses apabila file yang di download besarnya diatas 1 MBytes (1024 Kbytes = 1024000 Bytes)
  4. root@constantine:/etc/squid3# vim /etc/squid3/squid.conf
    acl tipe-akses-download url_regex -i “/etc/squid3/file_download” delay_pools 1
    delay_class 1 1 delay_parameters 1 187000/1024000 delay_access 1 allow tipe-akses-download delay_access 1 deny all
  5. check apakah ada error, kalau tidak ada error, baru restart service squid
  6. root@constantine:/etc/squid3# squid3 -k check root@constantine:/etc/squid3# /etc/init.d/squid3 restart
  7. Testing download dengan download manager yg anda sukai (IDM, FlashGet, GetRight, DownThemAll) dan perhatikan download rate-nya apakah sudah sesuai dengan setting yg diterapkan. Pada saat yang sama silahkan browsing2 website lain, untuk meyakinkan bahwa alokasi b/w untuk BROWSING sebesar 62000 Bytes/s (62 KBps) masih bisa digunakan.


Kamis, 22 April 2010

Global Positioning System(GPS)

Posted On 21.19 by Anwar Saputra | 0 komentar


Gambaran satelit GPS di orbit




Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS anatara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.
Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS).[1] Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun,[2] termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.
GPS Tracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time. GPS Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital.

Cara Kerja
Sistim ini menggunakan sejumlah satelit yang berada di orbit bumi, yang memancarkan sinyalnya ke bumi dan ditangkap oleh sebuah alat penerima. Ada tiga bagian penting dari sistim ini, yaitu bagian kontrol, bagian angkasa, dan bagian pengguna.


Gambaran skema sistim GPS

Bagian Kontrol
Seperti namanya, bagian ini untuk mengontrol. Setiap satelit dapat berada sedikit diluar orbit, sehingga bagian ini melacak orbit satelit, lokasi, ketinggian, dan kecepatan. Sinyal-sinyal sari satelit diterima oleh bagian kontrol, dikoreksi, dan dikirimkan kembali ke satelit. Koreksi data lokasi yang tepat dari satelit ini disebut dengan data ephemeris, yang nantinya akan di kirimkan kepada alat navigasi kita.
Bagian Angkasa
Bagian ini terdiri dari kumpulan satelit-satelit yang berada di orbit bumi, sekitar 12.000 mil diatas permukaan bumi. Kumpulan satelit-satelit ini diatur sedemikian rupa sehingga alat navigasi setiap saat dapat menerima paling sedikit sinyal dari empat buah satelit. Sinyal satelit ini dapat melewati awan, kaca, atau plastik, tetapi tidak dapat melewati gedung atau gunung. Satelit mempunyai jam atom, dan juga akan memancarkan informasi ‘waktu/jam’ ini. Data ini dipancarkan dengan kode ‘pseudo-random’. Masing-masing satelit memiliki kodenya sendiri-sendiri. Nomor kode ini biasanya akan ditampilkan di alat navigasi, maka kita bisa melakukan identifikasi sinyal satelit yang sedang diterima alat tersebut. Data ini berguna bagi alat navigasi untuk mengukur jarak antara alat navigasi dengan satelit, yang akan digunakan untuk mengukur koordinat lokasi. Kekuatan sinyal satelit juga akan membantu alat dalam penghitungan. Kekuatan sinyal ini lebih dipengaruhi oleh lokasi satelit, sebuah alat akan menerima sinyal lebih kuat dari satelit yang berada tepat diatasnya (bayangkan lokasi satelit seperti posisi matahari ketika jam 12 siang) dibandingkan dengan satelit yang berada di garis cakrawala (bayangkan lokasi satelit seperti posisi matahari terbenam/terbit).
Ada dua jenis gelombang yang saat ini dipakai untuk alat navigasi berbasis satelit pada umumnya, yang pertama lebih dikenal dengan sebutan L1 pada 1575.42 MHz. Sinyal L1 ini yang akan diterima oleh alat navigasi. Satelit juga mengeluarkan gelombang L2 pada frekuensi 1227.6 Mhz. Gelombang L2 ini digunakan untuk tujuan militer dan bukan untuk umum.
Bagian Pengguna
Bagian ini terdiri dari alat navigasi yang digunakan. Satelit akan memancarkan data almanak dan ephemeris yang akan diterima oleh alat navigasi secara teratur. Data almanak berisikan perkiraan lokasi (approximate location) satelit yang dipancarkan terus menerus oleh satelit. Data ephemeris dipancarkan oleh satelit, dan valid untuk sekitar 4-6 jam. Untuk menunjukkan koordinat sebuah titik (dua dimensi), alat navigasi memerlukan paling sedikit sinyal dari 3 buah satelit. Untuk menunjukkan data ketinggian sebuah titik (tiga dimensi), diperlukan tambahan sinyal dari 1 buah satelit lagi.
Dari sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh kumpulan satelit tersebut, alat navigasi akan melakukan perhitungan-perhitungan, dan hasil akhirnya adalah koordinat posisi alat tersebut. Makin banyak jumlah sinyal satelit yang diterima oleh sebuah alat, akan membuat alat tersebut menghitung koordinat posisinya dengan lebih tepat.
Karena alat navigasi ini bergantung penuh pada satelit, maka sinyal satelit menjadi sangat penting. Alat navigasi berbasis satelit ini tidak dapat bekerja maksimal ketika ada gangguan pada sinyal satelit. Ada banyak hal yang dapat mengurangi kekuatan sinyal satelit:
• Kondisi geografis, seperti yang diterangkan diatas. Selama kita masih dapat melihat langit yang cukup luas, alat ini masih dapat berfungsi.
• Hutan. Makin lebat hutannya, maka makin berkurang sinyal yang dapat diterima.
• Air. Jangan berharap dapat menggunakan alat ini ketika menyelam.
• Kaca film mobil, terutama yang mengandung metal.
• Alat-alat elektronik yang dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik.
• Gedung-gedung. Tidak hanya ketika didalam gedung, berada diantara 2 buah gedung tinggi juga akan menyebabkan efek seperti berada di dalam lembah.
• Sinyal yang memantul, misal bila berada diantara gedung-gedung tinggi, dapat mengacaukan perhitungan alat navigasi sehingga alat navigasi dapat menunjukkan posisi yang salah atau tidak akurat.
DGPS
DGPS (Differential Global Positioning System) adalah sebuah sistem atau cara untuk meningkatkan GPS, dengan menggunakan stasiun darat, yang memancarkan koreksi lokasi. Dengan sistem ini, maka ketika alat navigasi menerima koreksi dan memasukkannya kedalam perhitungan, maka akurasi alat navigasi tersebut akan meningkat. Oleh karena menggunakan stasiun darat, maka sinyal tidak dapat mencakup area yang luas.
Walaupun mempunyai perbedaan dalam cara kerja, SBAS (Satelite Based Augmentation System) secara umum dapat dikatakan adalah DGPS yang menggunakan satelit. Cakupan areanya jauh lebih luas dibandingkan dengan DGPS yang memakai stasiun darat. Ada beberapa SBAS yang selama ini dikenal, yaitu WAAS (Wide Area Augmentation System), EGNOS (European Geostationary Navigation Overlay Service), dan MSAS (Multi-functional Satellite Augmentation System). WAAS dikelola oleh Amerika Serikat, EGNOS oleh Uni Eropa, dan MSAS oleh Jepang. Ketiga system ini saling kompatibel satu dengan lainnya, artinya alat navigasi yang dapat menggunakan salah satu sistim, akan dapat menggunakan kedua sistem lainnya juga. Pada saat ini hanya WAAS yang sudah operasional penuh dan dapat dinikmati oleh pengguna alat navigasi di dunia. Walaupun begitu, sebuah DGPS dengan stasiun darat yang berfungsi baik, dapat meningkatkan akurasi melebihi/sama dengan peningkatan yang dapat dicapai oleh SBAS.
Secara umum, bisa dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu “real time (langsung)” dan “Post processing (setelah kegiatan selesai)”. Maksud dari ‘real time’ adalah alat navigasi yang menggunakan sinyal SBAS ataupun DGPS secara langsung saat digunakan. Sedangkan ‘post processing’ maksudnya adalah data yang dikumpulkan oleh alat navigasi di proses ulang dengan menggunakan data dari stasiun darat DGPS. Ada banyak stasiun darat DGPS diseluruh dunia yang dapat kita pakai untuk hal ini, baik versi yang gratis maupun berbayar, bahkan kita dapat langsung menggunakannya melalui internet.
Walaupun DGPS ataupun SBAS dapat meningkatkan akurasi, tetapi dengan syarat sinyal yang dipancarkan berisikan koreksi untuk wilayah dimana kita menggunakan alat navigasi. Bila tidak berisikan koreksi data bagi wilayah tersebut, tidak akan terjadi peningkatan akurasi.
Beberapa pengertian istilah
• Cold & Warm start
Pada detail spesifikasi alat navigasi, biasanya tertulis waktu yang diperlukan untuk cold dan warm start. Ketika alat navigasi dimatikan, alat tersebut masih menyimpan data-data satelit yang ‘terkunci’ sebelumnya. Salah satu data yang tersimpan adalah data ephemeris, dan data ini masih valid untuk sekitar 4-6 jam (untuk lebih mudah, pakai acuan waktu 4 jam saja). Ketika dinyalakan kembali, maka alat navigasi tersebut akan mencari satelit berdasarkan data simpanan. Bila data yang tersimpan masih dalam kurun waktu tersebut, maka datadata tersebut masih bisa dipakai oleh alat navigasi untuk mengunci satelit, dan menyebabkan alat navigasi lebih cepat ‘mengunci’ satelit. Inilah yang disebut “Warm start”. Ketika data yang tersimpan sudah kadaluwarsa, artinya melebihi kurun waktu diatas, maka alat navigasi tidak dapat memakainya. Sehingga alat navigasi harus memulai seluruh proses dari awal, dan menyebabkan waktu yang diperlukan menjadi lebih lama lagi. Inilah yang disebut “Cold start”. Seluruh proses ini hanya berlangsung dalam beberapa menit saja.
• Waterproof IPX7
Standard ini dibuat oleh IEC (International Electrotechnical Commission), angka pertama menjelaskan testing ketahanan alat terhadap benda padat, dan angka kedua menjelaskan ketahanan terhadap benda cair (air). Bila alat hanya diuji terhadap salah satu kondisi (benda padat atau benda cair), maka huruf ‘X’ ditempatkan pada angka pertama atau kedua.
IP X7 artinya: X menunjukkan alat tersebut tidak diuji terhadap benda padat, sedangkan angka 7 berarti dapat direndam dalam air dengan kedalaman 15 cm – 1 meter (pada situs garmin ditambahkan: selama 30 menit). Keterangan lengkap dapat dilihat pada alamat: http://www.iec.ch.
• RoHS version
Pada buku manual alat navigasi berbasis satelit, mungkin akan ditemukan spesifikasi ini. Ini adalah ketentuan yang dibuat oleh Uni Eropa mengenai batasan penggunaan enam jenis bahan yang berbahaya pada alat elektronik yang diproduksi setelah 1 Juli 2006. RoHS adalah singkatan dari Restriction of use of certain Hazardous Substances. Enam jenis bahan yang dibatasi adalah Cadmium (Cd), Air raksa/mercury (Hg), hexavalent chromium (Cr (VI)), polybrominated biphenyls (PBBs) and polybrominated diphenyl ethers (PBDEs) dan timbal/lead (Pb). Semua jenis bahan ini dapat mengganggu kesehatan manusia, termasuk limbah alat elektronik yang kita pakai.
• Proposition 65
Ini adalah sebuah ketentuan yang dibuat oleh pemerintah negara bagian Kalifornia, Amerika Serikat. Ketentuan ini bertujuan untuk melindungi penduduk kalifornia dan sumber air minum dari pencemaran bahan berbahaya. Berdasarkan ketentuan ini, setiap pabrik wajib mencantumkan peringatan pada produknya, sehingga pengguna dapat membuat keputusan untuk melindungi dirinya sendiri.
Ada banyak bahan yang dianggap berbahaya, dan daftar ini bisa berubah seiring dengan waktu. Sebuah bahan yang dianggap berbahaya dapat dicabut dari daftar bila dikemudian hari ternyata terbukti tidak berbahaya. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai daftar bahan yang dianggap berbahaya, dapat dilihat di http://www.oehha.org/prop65.html atau http://oehha.ca.gov/Prop65/background/p65plain.html
• Geocaching
Istilah ini berasal dari kata ‘Geo’ yang diambil dari geografi, dan ‘caching’ yang diambil dari kegiatan menyimpan/menyembunyikan sesuatu. Geocaching sebenarnya adalah sebuah permainan untuk menemukan ‘harta karun’ tersembunyi dengan menggunakan alat navigasi berbasis satelit.
Kegiatannya sederhana, pertama sembunyikan beberapa barang kecil (pen, pensil, dan lain lain) pada beberapa tempat yang terpisah, sedemikian rupa sehingga tidak mudah terlihat. Catat koordinat masing-masing tempat tersebut. Lalu beberapa kelompok berusaha menemukan semua barang yang disembunyikan. Tentunya tidak akan terlalu mudah untuk menemukannya, karena masing-masing alat memiliki akurasi yang berbeda.
Kegiatan ini dapat digabungkan dengan aktivitas lainnya, sebagai contoh, aktivitas membersihkan sampah di taman, atau kegiatan outbound, dan sebagainya. Beberapa situs di internet mengelola permainan yang mengambil tempat diseluruh dunia, salah satu contohnya dapat dilihat di http://indogeocachers.wordpress.com
• DOP
Merupakan singkatan dari ‘Dillution of Precision’, berhubungan erat dengan lokasi satelit di angkasa. Nilai DOP didapatkan dari perhitungan matematis, yang menunjukkan ‘tingkat kepercayaan’ perhitungan sebuah lokasi. Ketika satelit-satelit terletak berdekatan, maka nilai DOP akan meningkat, yang menyebabkan akurasi alat navigasi berbasis satelit menjadi berkurang. Ketika satelit-satelit terletak berjauhan, maka nilai DOP akan berkurang sehingga alat navigasi menjadi lebih akurat.
Bila nilai DOP lebih kecil dari 5 (ada yang mengatakan dibawah 4), maka akurasi yang akan didapatkan cukup akurat. Ada beberapa nilai akan sering dijumpai, yaitu HDOP (Horizontal Dilution of Precision), VDOP (Vertical Dilution of Precision), dan PDOP (Positional Dilution of Precision – posisi tiga dimensi).
• Koordinat lokasi
Sebuah titik koordinat dapat ditampilkan dengan beberapa format. Masing-masing pengguna dapat mengatur format ini pada alat navigasi, program mapsource, ataupun program komputer lainnya. Format ini dapat diatur dari bagian setting dari masing-masing program/alat navigasi.
Ada beberapa format yang umum digunakan: hddd.ddddd0 ; hddd0mm,mmm’ ; hddd0mm’ss.s” ; +ddd,ddddd0. Sehingga sebuah titik dapat ditunjukkan dengan beberapa cara, sebagai contoh: titik S6010.536’ E106049.614’ sama dengan titik S6.175600 E106.826910 sama dengan titik S6010’32.2” E106049’36.9” sama dengan -6.175600 106.826910. Bagian pertama adalah koordinat Latitude, yang diikuti oleh koordinat Longitude atau sering disingkat Lat/Long.
Memilih Alat Navigasi berbasis satelit yang tepat
Banyak sekali jenis alat navigasi yang disediakan oleh pasar, dari berbagai macam pabrik hingga berbagai macam fitur yang disediakan. Hal ini bisa membuat seorang pemula menjadi bingung dalam memilih. Kebutuhan masing-masing pengguna tidaklah sama, sehingga hanya pengguna yang dapat menentukan pilihannya. Orang lain hanya dapat memberikan informasi atau berbagi pengalaman saja.
Mengapa
Supaya tidak salah dalam memilih, tanyakan pada diri sendiri ‘Mengapa ingin membeli alat navigasi berbasis satelit?’. Bila pertanyaan ini belum terjawab dengan pasti, coba pikirkan kegiatan sehari-hari apa saja yang mungkin dapat dipermudah dengan kehadiran alat ini. Apakah sering bepergian, atau memancing, atau mendaki gunung, dan lain-lain. Bentuk kegiatan berhubungan erat dengan jenis alat yang dibutuhkan. Sebagai contoh, alat navigasi yang diperuntukkan bagi penggunaan kendaraan bermotor biasanya tidak dilengkapi dengan kompas, sehingga tidak akan banyak membantu ketika mendaki gunung atau ketika memancing dilaut.
Harga
Berapa besar biaya yang rela dikeluarkan untuk memiliki alat navigasi ini? Apakah memang diperlukan untuk membeli alat baru atau dapat memakai alat bekas pakai? Seringkali harga merupakan unsur terpenting ketika menentukan pilihan. Bila menggunakan sistim A-GPS, maka akan ada biaya tambahan untuk transfer data.
Layar Alat Navigasi
Perlu diingat bahwa telpon genggam atau PDA yang sekarang dimiliki, dapat digunakan sebagai alat navigasi. Beberapa telpon genggam sudah memiliki kemampuan navigasi. Disarankan bagi pemula untuk tetap menggunakan telpon genggam atau PDA yang sudah dimiliki sehingga akan jauh mengurangi biaya yang diperlukan. Mungkin layar telpon genggam atau PDA berukuran kecil, tetapi alat navigasi yang beredar dipasaran juga banyak yang memiliki ukuran layar kecil. Sebagai contoh, seri Etrex produk Garmin, memiliki layar berukuran 3,3 x 4,3 cm. Apakah memerlukan layar untuk menampilkan peta? Berapa besar layar yang diinginkan? Apakah diperlukan layar berwarna? Memang dengan kehadiran layar berwarna akan menambah kenyamanan dalam menggunakan alat, tetapi juga akan menambah harga. Periksa juga apakah gambar pada layar dapat dengan mudah dilihat dibawah sinar matahari. Jangan lupa, makin besar ukuran layar, maka akan makin rentan pecah ketika digunakan dalam kegiatan.
Alat terpisah
Banyak telpon genggam atau PDA yang sudah dilengkapi dengan kemampuan navigasi. Apakah diperlukan alat terpisah atau dapat menggunakan telpon genggam? Bagi orang yang jarang sekali keluar kota, atau jarang sekali melakukan kegiatan outdoor, mungkin menggunakan telpon genggam yang dilengkapi dengan alat navigasi sudah cukup. Bila ingin menggunakan telpon genggam atau PDA, periksalah sistim operasinya. Menurut pengalaman, program Garmin Mobile XT adalah program yang paling mudah dan nyaman digunakan. Alasan paling utama adalah mudah mendapatkan peta versi gratis, dan tidak selalu diperlukan biaya tambahan dari operator telpon selular. Periksa juga apakah telpon genggam/PDA memiliki koneksi Bluetooth, yang akan diperlukan ketika menggabungkan dengan Bluetooth GPS. Periksa apakah layar PDA atau telpon genggam yang dipakai sekarang memiliki ukuran yang nyaman untuk melihat peta. Bagaimana bila menggunakan sistim A-GPS?
Kapasitas Penyimpanan
Masing-masing alat memiliki kapasitas penyimpanan yang berbeda-beda. Kapasitas yang besar tentunya dapat menampung lebih banyak data. Tetapi tidak semua pengguna memerlukan hal ini, biasanya diperlukan ketika melakukan perjalanan jauh atau lama, dimana tidak memungkinkan untuk memindahkan data kedalam komputer. Tetapi bila alat memiliki slot kartu memori, dapat digunakan kartu memori yang berukuran besar ataupun menyediakan memori cadangan. Periksa kapasitas kartu memori yang dapat digunakan alat tersebut. Periksa juga data apa saja yang dapat disimpan, dan apakah alat dapat menyimpan Track log, tidak semua alat navigasi dapat melakukan ini.
Daya tahan batere
Daya tahan batere perlu dipertimbangkan bila akan digunakan pada perjalanan ke daerah yang sulit mendapatkan listrik. Tetapi dapat diatasi dengan membawa batere cadangan ataupun solar charger (menggunakan matahari).
Bentuk
Alat navigasi yang tersedia di pasaran memiliki beragam bentuk. Periksalah apakah anda menyukai bentuknya. Cobalah untuk memegang alat tersebut, dan rasakan pegangannya. Alat yang terasa licin atau tidak dapat dipegang secara mantap, tentunya dapat menimbulkan kesulitan ketika digunakan dilapangan. Cobalah untuk menekan-nekan tombol yang ada, apakah mudah dalam penggunaan.
Tahan air
Apakah diperlukan alat yang tahan air? Bila tidak akan digunakan untuk aktivitas outdoor, mungkin fasilitas ini tidak diperlukan. Alat yang dapat mengapung diatas air mungkin diperlukan bila banyak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan sungai atau laut. Jangan lupa bahwa kantung plastic juga dapat digunakan untuk melindungi alat dari air.
Akurasi
Alat-alat navigasi berbasis satelit yang sekarang beredar dipasaran memiliki tingkat akurasi yanag hampir sama. Tentunya alat-alat yang diperuntukkan bagi kegiatan survey memiliki tingkat akurasi yang mengagumkan, tetapi jenis ini tidak diperlukan bagi pengguna biasa. Cobalah periksa spesifikasi alat, akurasi yang 10 meter (<10 meter) sudah cukup untuk digunakan sehari-hari. Tentu saja, makin tinggi akurasi yang dapat dicapai, makin baik.
Program dan Peta
Periksalah program-program apa saja yang disertakan pada paket penjualan, dan program lain yang dapat digunakan dengan alat navigasi tersebut. Periksalah apakah harus menggunakan peta yang dijual khusus untuk alat tersebut atau dapat digunakan peta lainnya. Hingga saat buku ini ditulis, hanya produk Garmin yang paling mudah untuk mendapatkan peta versi gratis dan paling banyak program gratis yang tersedia.
Antena
Dua jenis antenna yang paling sering dijumpai adalah jenid double helix dan patch. Dalam penggunaan sehari-hari, sulit sekali dibedakan mana yang lebih baik. Bertanyalah pada yang sering menggunakan masing-masing antenna tersebut. Tetapi pertanyaan yang lebih berguna adalah, apakah diperlukan antenna tambahan. Bila akan digunakan didalam mobil, antenna tambahan akan sangat bermanfaat, terutama bila mobil dilengkapi dengan kaca film yang mengandung metal.
Fasilitas lainnya
Bagaimana dengan beberapa fitur lainnya, apakah memang diperlukan alat navigasi berbasis satelit dengan:
• Routing? Biasanya alat navigasi yang beredar dipasaran sudah dilengkapi dengan fitur ini, kecuali jenis tertentu, seperti data logger atau Bluetooth GPS. Kemampuan routingnya berasal dari program yang terpasang pada telpon genggam/PDA.
• Tampilan peta tiga dimensi?
• Layar sentuh?
• Kamera?
• Suara?
• Kemampuan radio komunikasi?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas akan mengurangi pilihan alat navigasi berbasis satelit yang dapat dibeli/digunakan, dan akhirnya memberikan beberapa kemungkinan untuk dipilih. Setelah ini, maka hanya anda yang dapat memutuskan alat terbaik bagi anda.
Kegunaan
• Militer
GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan pergerakan pasukan.
• Navigasi
GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu nivigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
• Sistem Informasi Geografis
Untuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran.
• Sistem pelacakan kendaraan
Kegunaan lain GPS adalah sebagai pelacak kendaraan, dengan bamtuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada dimana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.
• Pemantau gempa
Bahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik
Sistem lain
Artikel utama: Sistem navigasi satelit
Sistem navigasi satelit lainnya yang sedang dikembangkan oleh negara lain adalah:
• Beidou — Sistem lokal di RRC yang akan dikembangkan menjadi sistem internasional bernama COMPASS.
• Galileo — Sistem yang sedang dikembangkan oleh Uni Eropa, dengan bantuan dari RRC, Israel, India, Moroko, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Ukraina.
• GLONASS — Sistem milik Rusia yang sedang diperbaiki.
• Indian Regional Navigational Satellite System (IRNSS) — Sistem yang dikembangkan India.

Peranan alat navigasi berbasis satelit pada dunia kesehatan
Peranan alat navigasi pada dunia kesehatan masyarakat tidak terlepas dari penggunaan GIS (Geographical Information System), atau istilah umumnya adalah pemetaan. Bila digunakan pada bidang kesehatan, kedua hal ini berhubungan erat dengan sistim informasi kesehatan dalam arti luas.
Penggunaannya dalam dunia kesehatan masyarakat bertujuan untuk membantu memberikan informasi sehingga para pengambil keputusan dapat melakukan tugasnya lebih mudah dan akurat. Pengambil keputusan disini tidak selalu berarti struktur administratif kepemerintahan, tetapi juga dapat berarti kelompok masyarakat dan individu. Bila pengambil keputusan tidak menggunakan informasi yang diberikan, maka kegiatan ini hanyalah membuang waktu, tenaga, dan dana.
Saat ini, sudah banyak pihak yang menggunakaan alat navigasi berbasis satelit dan pemetaan dalam merencanakan, memutuskan, melaksanakan, dan evaluasi program – program berbasis masyarakat. Yang paling sering memakai adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) baik internasional maupun nasional, dalam program-program pengendalian bencana. Pemakaian dibidang kesehatan di Indonesia masih sangat sedikit sekali, dapat dikatakan hampir tidak ada.
Masalah terbesar adalah biaya dan sumber daya yang tersedia, sehingga jarang sekali pihak yang tertarik untuk mengembangkannya. Seandainya sudah tersedia, pengetahuan tentang manfaat informasi yang didapatkan juga masih meragukan. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah: Seberapa pentingkah manfaat yang didapatkan? Pertanyaan ini menjadi sentral karena walaupun informasi dari pemetaan tidak tersedia, semua kegiatan selama ini tetap dapat dilakukan.
Benar, tanpa informasi dari hasil pemetaanpun, program-program kesehatan masyarakat dapat dilakukan. Tetapi, bagaimana dengan ‘waktu’ yang diperlukan untuk mencapai kondisi yang diinginkan? Dan apakah dapat lebih dipercepat bila keputusan yang diambil lebih tepat sasaran? Disinilah letak fungsi utama dari sistim informasi kesehatan, sistim ini seharusnya dapat memberikan informasi yang diperlukan, sehingga para pengambil keputusan dapat melakukan tugasnya dengan baik. Kesalahan yang sama tidak perlu diulang lagi diwaktu yang akan datang. Sebagai contoh, wabah penyakit yang sama tidak diselesaikan dengan cara yang sama dari tahun ke tahun, sehingga akhirnya menjadi wabah rutin.
Pemetaan beserta penggunaan alat navigasi berbasis satelit merupakan sebuah bagian dari keseluruhan sistim informasi kesehatan. Tanpa didukung oleh bagian-bagian lainnya, maka manfaat yang didapatkan tidak akan maksimal. Lebih lanjut, bila keputusan yang dibuat tidak ada hubungannya dengan informasi yang didapatkan, maka fungsi sistim informasi menjadi hilang.
Jenis informasi yang dapat ditampilkan tergantung pada data yang dimasukkan kedalam sistim pemetaan ini. Sistim pemetaan ini dapat memadukan data angka (berupa statistic, hasil survey, laporan bulanan, dan sebagainya) dari sistim informasi kesehatan dengan peta visual. Sehingga dapat dilihat secara makro maupun mikro.

Tempat penyedia pelayanan pengobatan penyakit TBC di Negara Zambia. sumber http://www.who.int/health_mapping/resources/en/
Sebagai contoh, pada gambar disebelah kanan, terlihat gambaran tempat-tempat penyedia pelayanan pengobatan penyakit TBC di Negara Zambia pada tahun 2004 yang diambil dari materi WHO (World Health Organization). Informasi yang akan ditampilkan akan menyerupai informasi ini, yang tidak akan mempunyai arti bila tidak disertai ‘cerita’ dan diikuti dengan analisa. Misalnya, dari peta ini dapat terlihat bahwa cakupan pelayanan belum dapat menjangkau seluruh area dengan merata. Informasi ini dapat digunakan oleh pengambil keputusan untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Cakupan pemetaan tidak harus dalam area yang luas, tetapi dapat digunakan untuk area yang kecil, misalnya sebuah desa. Peta pada contoh diatas juga terdiri dari gabungan area-area yang lebih kecil, yang dapat dipilih untuk ditampilkan pada layar. Jenis informasi visual seperti diatas tidaklah mutlak harus tersedia, karena analisa dapat dilakukan dengan menggunakan angka-angka yang terdapat pada sistim informasi kesehatan.
Jadi, fungsi utama dari pemetaan diatas adalah untuk memudahkan pengambil keputusan untuk memperbaiki kondisi yang ada. Dengan hadirnya informasi visual seperti ini, maka pengguna dapat lebih mudah untuk melihat situasi dan kondisi yang ada. Langkah selanjutnya tetap berada pada pengambil keputusan.
WHO sudah menyediakan program gratis untuk keperluan pemetaan ini, yang nantinya akan dapat digunakan bersama dengan program survey (juga gratis) mereka. Program ini dapat diunduh gratis dari http://www.who.int/health_mapping/tools/healthmapper/en/index.html. Lebih lanjut lagi, pada situs WHO, hasil pemetaan ini dapat disatukan dengan negara-negara lain secara online. Tentu saja hanya Departemen Kesehatan Republik Indonesia yang dapat melakukannya untuk wilayah Republik Indonesia. Hasil pemetaan dari seluruh dunia dapat dilihat pada alamat: http://www.who.int/health_mapping/tools/globalatlas/en/index.html.


Kamis, 15 April 2010

configurasi mail server di redhat

Posted On 03.52 by Anwar Saputra | 0 komentar


Untuk konfigurasinya mail server ada 3 buah file yang harus di’setting’.

A. Konfigurasi file main.cf

[root@inung root]# vi /etc/postfix/main.cf... Lihat Selengkapnya
Isi data konfigurasi dalam file main.cf :
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -
soft_bounce = no
queue_directory = /var/spool/postfix
command_directory = /usr/sbin
daemon_directory = /usr/libexec/postfix
mail_owner = postfix
default_privs = nobody
mydomain = inung.net
myorigin = $mydomain
inet_interfaces = all
mydestination = $myhostname, $mydomain
mynetworks_style = class
relay_domains = $mydestination
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -

B. Konfigurasi file imap

[root@inung root]# vi /etc/xinetd.d/imap

Isi data konfigurasi dalam file imap :
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -
# default: off
# description: The IMAP service allows remote users to access their mail using \
# an IMAP client such as Mutt, Pine, fetchmail, or Netscape \
# Communicator.
service imap
{
socket_type = stream
wait = no
user = root
server = /usr/sbin/imapd
log_on_success += HOST DURATION
log_on_failure += HOST
disable = no
}
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -

C. Konfigurasi file ipop3
[root@inung root]# vi /etc/xinetd.d/ipop3

Isi data konfigurasi dalam file ipop3 :
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -
# default: off
# description: The POP3 service allows remote users to access their mail \
# using an POP3 client such as Netscape Communicator, mutt, \
# or fetchmail.
service pop3
{
socket_type = stream
wait = no
user = root
server = /usr/sbin/ipop3d
log_on_success += HOST DURATION
log_on_failure += HOST
disable = no
}
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -

[root@inung root]# service xinetd start
// perintah untuk menjalankan konfigurasi xinetd

[root@inung root]# service postfix start
// perintah untuk menjalankan konfigurasi postfix

selanjutnya harus men’shutdown service’nya sendmail.
[root@inung root]# killall sendmail
//perintah untuk shutdown service sendmail

untuk pastinya apa sendmail ud ‘off’ apa belum cek pake :
[root@inung root]# ps ax |grep sendmail


Senin, 12 April 2010

Load Balancing

Posted On 06.54 by Anwar Saputra | 0 komentar


Dalam jaringan komputer , load balancing adalah sebuah teknik untuk mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau lebih komputer, link jaringan, CPU, hard drive, atau sumber daya lainnya, untuk mendapatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal, memaksimalkan throughput, meminimalkan waktu respon, dan menghindari overload. Menggunakan komponen berganda dengan load balancing, bukan komponen tunggal, dapat meningkatkan kehandalan melalui redundansi . The load balancing layanan ini biasanya diberikan oleh sebuah program khusus atau perangkat keras (seperti switch multilayer atau DNS server).
Hal ini umumnya digunakan untuk memediasi komunikasi internal di cluster komputer , terutama ketersediaan tinggi cluster . Jika beban lebih pada sebuah server, maka beban server sekunder mengambil beberapa sementara yang lain masih memproses permintaan

Konfigurasi Load Balancing
Load balance menggunakan 2 modem isp dan 2 proxy server fedora linux dan 1 gateway mikrotik . Sebenarnya konfigurasi ini agak menggunakan routing yang berlebihan, kalau tidak mau dibilang rada-rada gila karena kelebihan server , tetapi karena pada segment network di sisi 2 server linux proxy tidak ada client yang terkoneksi pada segment jaringan yang sama dan hanya terkoneksi pada server mikrotik maka hasilnya juga lumayan bagus . Sudahlah di load balance bandwithnya , di cache proxy dan di limit di sisi mikrotik server .














Skema dan konfigurasi IP :


ini konfigurasinya lebih lanjut :
1. Mikrotik 
Mikrotik berfungsi sebagai gateway untuk client / user dan difungsikan untuk gateway load balancer dengan 2 ISP .
Setting Load Balancer :
1.1 Set Ip Address untuk 3 ethernet :
/ ip address
add address=192.168.0.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=ether3 comment=”" \ disabled=no
add address=192.168.1.2/24 network=192.168.1.0 broadcast=192.168.1.255 interface=ether1\
comment=”" disabled=no
add address=192.168.4.2/24 network=192.168.4.0 broadcast=192.168.4.255 interface=ether2 \
comment=”" disabled=no
1.2 Set Mangle
/ ip firewall mangle
add chain=prerouting in-interface=ether3 connection-state=new nth=1,1,0 action=mark-connection new-connection-mark=odd passthrough=yes comment=”" disabled=no
add chain=prerouting in-interface=ether3 connection-mark=odd action=mark-routing new-routing-mark=odd passthrough=no comment=”" disabled=no
add chain=prerouting in-interface=ether3 connection-state=new nth=1,1,1 action=mark-connection new-connection-mark=even passthrough=yes comment=”" disabled=no
add chain=prerouting in-interface=ether3 connection-mark=even action=mark-routing new-routing-mark=even passthrough=no comment=”" disabled=no

1.3 Set Nat
/ ip firewall nat
add chain=srcnat connection-mark=odd action=src-nat to-addresses=192.168.1.2 to-ports=0-65535 comment=”" disabled=no
add chain=srcnat connection-mark=even action=src-nat to-addresses=192.168.4.2 to-ports=0-65535 comment=”" disabled=no

1.4 Set Route untuk balancing 2 bandwith
/ ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 scope=255 target-scope=10 routing-mark=odd comment=”" disabled=no
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.4.1 scope=255 target-scope=10 routing-mark=even comment=”" disabled=no
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.4.1 scope=255 target-scope=10 comment=”" disabled=no
ATAU , tergantung kepada default route yang digunakan , berhubung default route kearah linux supaya bisa di cache dengan squid yang ada dilinux (192.168.1.1) , gunakan perintah berikut :
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 scope=255 target-scope=10 comment=”" disabled=no
Hasil print out di mikrotik :
Ip route print :
[admin@MikroTik] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREF-SRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.1 ether3
1 ADC 192.168.1.0/24 192.168.1.2 ether2
2 ADC 192.168.4.0/24 192.168.4.2 ether1
3 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 ether2
4 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 ether2
5 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.4.1 ether1
6 S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 ether2  - Default Route
2. Linux Squid Setting
2.1 Kondisi dimana Linux menjalankan Shorewall dan squid .

Skema :
Pada kondisi seperti itu , linux hanya berfungsi sebagai firewall dan tidak akan melakukan redirecting port ke squid yang berada pada mesin linux itu sendiri .
Untuk melihat status squid jalan atau tidak :
Ketik : service squid status
Untuk menjalan squid : service squid start
Untuk merestart squid : service squid restart



About Me

Foto Saya
Anwar Saputra
Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Total Tayangan Laman

 

blog tutorial - IT & komputer Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha